Health / Parenting
Sabtu, 23 Maret 2019 | 07:55 WIB
Gaya hidup orang tua pengaruhi tumbuh kembang anak. [shutterstock]

2. Keluar malam

Anak membutuhkan jadwal tidur yang teratur. Hal ini tentu tidak bisa dicapai jika orang tua sering keluar malam.

"Keluar malam bisa berdampak buruk saat mereka tumbuh dewasa karena mereka akan berpikir bahwa keluar larut malam adalah sesuatu yang normal. Ini juga akan mengganggu jadwal tidur mereka dan memengaruhi kesehatan serta kemampuan mereka untuk membuat pilihan yang baik," ujarnya.

Lebih buruk lagi, bahkan ada orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk keluar malam. Dr Khiddir berbagi mengapa perilaku ini berbahaya.

"Itu menghadapkan anak-anak pada perokok pasif dan dampaknya yang berbahaya. Tempat yang ramai membuat anak-anak terserang penyakit menular, yang tidak bisa ditangani oleh sistem kekebalan tubuh muda mereka," jelasnya.

Keluar malam punya dampak buruk bagi anak. [Shutterstock]

3. Kecanduan gadget

Kecanduan gadget bisa membuat anak kehilangan imajinasi. Bahkan, studi tahun 2008 menemukan anak yang menggunakan ponsel mengalami lebih banyak gangguan tidur, gelisah dan kelelahan.

Hal ini akan memengaruhi kinerja akademik mereka ke depannya. Waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah berkurang, hasil ujian jelek karena persiapan yang buruk atau kelelahan dari menggunakan smartphone.

"Orang tua yang malas seperti ini di mana mereka menggunakan smartphone sebagai pengganti kehadiran mereka akan menanamkan perilaku pesimistis dan anti-sosial pada anak serta kreativitas yang terbelakang," urainya.

Baca Juga: Wajib Baca! Ini Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang si Kecil

Kebanyakan main gadget bisa berdampak buruk bagi anak. (Shutterstock)

4. Pola makan buruk

Salah satu praktik yang perlu diubah menurut Dr Khiddir adalah budaya memberi hadiah kepada anak-anak kecil dengan permen dan makanan ringan.

Pasalnya ini bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 1.

Memberi anak makanan sehat akan memastikan mereka mendapatkan semua vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Salah satu kondisi medis adalah sembelit. Tahukah kamu bahwa konstipasi jangka panjang memiliki kaitan dengan kanker, terutama pada anak-anak?

"Banyak yang tidak tahu bahwa konstipasi jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya prestasi akademik pada anak dan lebih buruk lagi, potensi hubungan dengan kanker usus besar," tuturnya. (Himedik/Yuliana Sere)

Ilustrasi anak makan permen lolipop. (Shutterstock)

Load More