Anda yang mungkin juga tertarik ingin memiliki anak dari donor sperma seperti yang diinginkan Salmafina Sunan, wajib tahu apa saja risiko yang bisa terjadi.
Berikut HiMedik ulas lima kekurangan dari donor sperma yang patut dipertimbangkan, dilansir dari babycenter.com.
1. Mahal dan memakan waktu
Donor sperma disebut juga injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) yang dianggap sebagai terobosan baru untuk mengatasi infertilitas pria dan pembuahan sel telur yang sulit. Pemupukan telur untuk program IVF ini membutuhkan waktu kerja laboratorium dan obat-obatan yang mahal serta cukup lama.
Ini dikarenakan seseorang harus memantau dan menunggu respons tubuh pasangan terhadap obat-obatan kesuburan yang tak cukup dalam waktu sebentar. Apalagi pasangan juga harus berulang kali pergi ke dokter untuk melakukan tes darah dan ultrasound.
2. Bayi berisiko tertular gangguan genetik
Bayi yang dikandung dari hasil donor sperma juga berisiko tertular gangguan genetik dari pemilik sperma. Apalagi jika pendonor sperma memiliki masalah kesuburan, jumlah sperma yang rendah dan kurangnya vas deferens.
Jika benar begitu, anak yang dikandung juga bisa memiliki masalah kesuburan seperti pemilik sperma dan itulah yang disebut ganguan genetik menular.
3. Berisiko komplikasi pada bayi
Baca Juga: Seksi Abis, 7 Potret Salmafina Sunan saat Olahraga TRX
Secara umum, bayi yang dikandung dari hasil donor sperma tak jauh beda dengan anak-anak lainnya. Tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan bayi hasil donor sperma lebih berpotensi mengalami cacat lahir seperti sindrom angelman dan hipospadia.
Tetapi, penelitian ini masih perlu ditindaklanjuti, karena belum ada data yang otentik menegaskan bahwa bayi hasil donor sperma berpotensi besar cacat lahir.
4. Berpotensi hamil anak kembar
Metode donor sperma ini juga meningkatkan potensi seseorang bisa mengandung anak kembar. Ini dikarenakan ada lebih dari satu embrio di dalam rahim selama melakukan proses donor sperma.
Berdasarkan penelitian, seseorang yang menjalani donor sperma berpotensi 20% hamil anak kembar daripada seseorang yang hamil dengan cara berhubungan seksual alami.
5. Risiko perawatan kesuburan
Wanita yang hamil dengan cara donor sperma juga berisiko 20% mengalami sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) ringan, yakni berat badan naik dan merasakan kembung, karena respons dari obat kesuburan.
Risiko ini meningkat setiap kali seseorang melakukan teknologi reproduksi berbantu (TRB) yakni teknologi yang digunakan untuk mendapatkan kehamilan dengan menggunakan prosedur seperti pengobatan fertilitas, fertilisasi in vitro, dan surogasi.
Itulah lima risiko yang bisa terjadi bila memiliki anak dari donor sperma, seperti yang diinginkan Salmafina Sunan. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional