4. Jadikan itu permainan
"Aku ingin tahu berapa banyak balok merah yang bisa kamu masukkan ke dalam ember?"
"Aku ingin tahu apakah kamu bisa memasukkan setiap blok ke dalam ember?"
Ya, kadang-kadang sulit untuk mengumpulkan energi ke dalam suatu permainan, tetapi jika Anda memilikinya, coba saja. Ini dapat dengan cepat mengubah bagian terburuk menjadi salah satu yang terbaik.
5. Bingkai itu dengan cara yang positif
Daripada mengucapkan, "kamu tidak akan makan siang sampai mainan kamu disimpan dengan rapi!" coba katakan, "Setelah kamu menyimpan mainanmu, kita bisa makan siang bersama."
Sering menyoroti apa yang terjadi selanjutnya adalah insentif besar bagi anak-anak untuk menyimpan barang-barang mereka. Ini membantu mereka secara mental beralih ke apa yang terjadi selanjutnya dan memberi mereka sesuatu untuk dinanti-nantikan.
6. Tunggu sampai mereka benar-benar selesai atau istirahat saat bermain
Tidak ada yang suka diganggu, temasuk anak-anak. Meskipun tidak selalu memungkinkan, cobalah untuk menunggu sampai anak Anda benar-benar selesai bermain, baru Anda bisa meminta mereka merapikan mainan.
Baca Juga: Lomba Permainan Tradisional, Cara Seru Ajak Anak Lakukan Aktivitas Fisik
Jadi mendorong anak rapikan mainan sendiri punya trik tersendiri, enam tips dari Montessori bisa moms lakukan untuk mendidik anak sedari dini bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh