3. Makanan olahan
Makanan olahan cenderung tinggi gula, lemak dan garam yakni seperti keripik, permen, mie instan, popcorn dan makanan siap saji lainnya.
Perlu diketahui makana jenis ini termasuk tinggi kalori dan rendah nutrisi. Studi menemukan makanan olahan berkontribusi terhadap kelebihan lemak di sekitar organ.
Kelebihan lemak di sekitar organ itulah yang berkaitan dengan penurunan jaringan otak. Cara satu-satunya menghindari masalah kerusakan otak dengan meninggalkan makanan olahan atau membatasinya.
4. Ikan tinggi merkuri
Ikan tinggi merkuri juga termasuk makanan yang bisa memicu radang otak. Merkuri adalah kontaminan logam berat dan racun neurologis yang biasanya terdapat dalam ikan laut maupun hewan laut lainnya.
Setelah seseorang menelan merkuri, kandungan itu akan menyebar ke seluruh tubuh. Lalu terkonsentrasi di otak, hati dan ginjal. Pada wanita hamil juga terkonsentrasi di plasenta janin.
Padahal merkuri adalah elemen neurotoksik yang dapat sangat berbahaya bagi perkembangan janin dan anak kecil. Dua macam ikan laut yang termasuk tinggi kandungan merkuri yakni hiu dan ikan pedang/
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya