Suara.com - World Health Organization (WHO) teah menetapkan burn out sebagai penyakit. Burnout adalah suatu kondisi seseorang merasa stres dan lelah karena tuntutan pekerjaannya atau kelelahan bekerja.
Saat ini organisasi tersebut mengadakan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa dan memasukkan burn out dalam Klasifikasi Penyakit Internasional.
Hal ini akan menjadi perhatian dan diakui secara global pada tahun 2022 dengan cara menyediakan layanan kesehatan, asuransi, mengobati dan mencegah gejala burn out atau bisa disebut kelelahan bekerja.
WHO menggambarkan kelelahan ini sebagai stres kerja akut yang tidak bisa dikelola oleh individunya. Kondisi ini juga akan memunculkan 3 gejala hingga seseorang bisa disebut mengalami burn out.
1. Kelelahan energi
2. Perasaan negatif dan sinisme terkait pekerjaan seseorang
3. Profesional dalam bekerja berkurang
Dalam data Klasifikasi Penyakit Internasional, tercatat bahwa burn out atau kelelahan bekerja secara khusus merujuk dalam konteks pekerjaan dan tidak boleh dikaitkan dengan situasi lainnya.
Beberapa hal yang menjadi fokus mereka adalah terkait stres, kecemasan atau ketakutan, dan suasana hati.
Baca Juga: Hindari Stres dan Cemas Berlebih, Kondisi Ini Bisa Picu Radang Otak
"Ini pertama kalinya burn out secara resmi diakui dalam Klasifikasi Penyakit Internasional," kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, dikutip dari Daily Mail.
Ketentuan baru lainnya yang ditambahkan dalam daftar mereka, yakni:
1. Perilaku seksual komplusif sebagai gangguan mental
2. Video game sebagai kecanduan
Mereka juga menghapus data tentang transgenderisme sebagai gangguan mental. Hal itu karena kondisi ini berhubungan dengan kesehatan seksual.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi