Suara.com - Setelah satu bulan berpuasa, tidak sedikit orang yang akan 'balas dendam' dengan mengonsumsi banyak makanan, mengingat saat Idul Fitri banyak makanan yang ditawarkan.
Agar tetap sehat, dua ahli nutrisi terkemuka membagikan kiat kesehatan bagi para muslim untuk mendapatkan manfaat dari hidangan yang tersedia, dilansir dari CNN Edition.
1. Perlahan
Memulai pagi dengan sarapan kecil adalah ide yang bagus, kata Courtney Ferreira, Ahli Nutrisi Klinis di University of Maryland Medical Center.
Kuncinya adalah makan secara perlahan, terlepas dari banyaknya hidangan yang tersaji di piring Anda.
2. Makan sedikit dan sering
"Lebih baik makan porsi kecil pada satu waktu daripada makan (sampai kenyang) sekaligus," lanjut Ferreira.
Menurutnya, kita harus mendengarkan tubuh kita sendiri.
Bagi Ferreira, memperhatikan banyaknya makanan yang dikonsumsi lebih baik daripada memikirkan makanan apa yang sedang dikonsumsi.
Baca Juga: Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440H Dimulai
3. Porsi kecil
Masalah seperti gastrointestinal seperti kembung dapat dihindari dengan tetap berpegang pada porsi kecil.
"Anda dapat memiliki tekanan Indeks Glikemik (IG) saat Anda makan sebanyak itu, terutama ketika Anda tidak terbiasa," tutur Ferreira.
"Makanlah bervariasi, tetapi pertahankan porsi kecilmu. Itu akan membantu mencegah perut kekenyangan yang tidak nyaman."
4. Perhatikan gula
"Setelah melakukan banyak puasa, jika Anda memasukkan gula sebanyak itu ke dalam tubuhmu, itu bisa membuatmu merasa sakit dan mual akibat gula darah tinggi (melonjak)," ujar Ferreira lagi.
5. Konsumsi berbagai nutrisi
Para ahli menyarankan untuk memastikan kita mendapatkan cukup protein, karbohidrat, buah segar dan sayuran sepanjang hari untuk menjaga tubuh tetap 'bahagia'.
Berita Terkait
-
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya
-
Momen Makan Daging Saat Idul Adha Bikin Khawatir Kolesterol? Begini Cara Menyiasatinya
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
-
Bukan Pisang Biasa, Menikmati Hidangan Penutup Adat Desa Muaro Jambi
-
Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!