Suara.com - Hampir semua wanita pasti pernah mendengar cara tradisional meredakan cegukan bayi baru lahir, mulai menaruh serabut kain di dahi, menggunakan kertas atau tisu basah dan lain sebagainya.
Seperti yang dilakukan Sarwendah untuk meredakan cegukan bayinya menggunakan kertas atau tisu kering yang dibasahi air lalu diletakkan ke dahi anaknya.
Beberapa orang mungkin masih mempercayai cara tradisional meredakan cegukan itu. Tetapi, faktanya cara tersebut tidak sepenuhnya bisa bekerja.
Perlu diketahui cegukan pada bayi biasanya disebabkan oleh kontraksi diafragma dan penutupan pita suara.
Tetapi, cegukan tidak menganggu atau memiliki efek samping apapun pada pernapasan bayi baru lahir.
Ibu bisa membantu cegukan Si Kecil cepat reda menggunakan beberapa cara mudah dilansir dari healhtline.com, berikut ini:
1. Menepuk punggung bayi
Bersendawa salah satu cara membantu Si Kecil mudah cegukan karena dapat menghilangkan kelebihan gas yang menyebabkan kondisi ini.
The American Academy of Pediatrics menyarankan buat bayi bersendawa setiap kali diberi ASI. Caranya dengan menggosok atau menepuk punggung bayi saat mengalami cegukan.
Baca Juga: Sarwendah Atasi Cegukan Bayinya Pakai Tisu Basah, Benarkah Bisa Membantu?
2. Gunakan dot
Saat bayi mulai cegukan, Ibu bisa memberinya dot yang membiarkannya mengisap dot. Karena, cara ini membantu merilekskan diafragma dan dapat membantu menghentikan cegukan.
3. Ramuan minuman
Jika Si Kecil cegukan, Ibu juga bisa memberinya ramuan minuman herbal. Salah satunya air gripe yakni iar kombinasi sejumlah tumbuhan yang dipercaya dapat membantu mengatasi sakit perut dan usus.
Ibu juga bisa menggunakan bahan herbal seperti jahe, adas dan kayu manis. Tetapi, ramuan minuman untuk meredakan cegukan pada bayi baru lahir ini perlu konsultasi pada dokter ahli.
Sebab, bisa saja ramuan minuman yang bermanfaat ini justru membahayakan atau tidak cocok untuk Si Kecil.
Berita Terkait
-
Cegukan Na
-
Giorgio Antonio Sebut Sarwendah Janda Gadis, Warganet Geram: Pikirkan Anak-anaknya!
-
Tak Balas Undangan Imlek Sarwendah, Betrand Peto Pilih Nyekar Bareng Ruben Onsu
-
Rayakan Imlek Bareng Giorgio Antonio, Sarwendah Ungkap Rahasia Kecocokan Shio dengan Sang Kekasih
-
Hormati Mendiang Ayah, Sarwendah Rayakan Imlek tanpa Angpao dan Baju Merah
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang