Suara.com - Serial Game of Thrones yang selama beberapa tahun ini digemari banyak orang telah berakhir dengan akhir yang tidak disangka-sangka.
Salah satu pemain utama, Maisie Williams yang berperan sebagai Arya Stark, secara terbuka mengungkap efek negatif dari menjadi terkenal dengan kesehatan mental sejak dirinya terjun ke dunia hiburan.
Maisie mengatakan dirinya pernah melewati masa 'sangat menyedihkan', mengakui dia akan mendambakan kritik negatif secara online sehingga ia bisa merasakan kesedihan itu lagi.
"Aku masih berbaring di tempat tidur pada jam 11 malam mengatakan semua hal yang aku benci tentang diriku sendiri. Ini benar-benar menakutkan bahwa dirimu akan masuk kembali ke dalam (perasaan) itu. Hal ini masih menjadi sesuatu yang benar-benar aku lakukan, karena aku pikir itu sangat sulit. Sangat sulit untuk merasa sedih dan tidak sepenuhnya dikalahkan olehnya (rasa sedih)," tutur Maisie, melansir Buzzfeed.
Maisie bahkan mengakui ia hanya menginginkan kehidupan normal, mengatakan dunia hiburan adalah 'dunia yang gila'.
Sedangkan sebulan yang lalu, lawan main Maisie, Shopie Turner mengungkapkan pengalamannya terhadap depresi, mengatakan dia sangat terpengaruh oleh komentar negatif tentang penampilannya di GOT.
Dalam sebuah wawancara dengan Dr Phil, Sophie mengatakan Maisie adalah satu-satunya orang yang mengerti apa yang sedang dia alami saat itu.
Sekarang Maisie mengatakan, dia telah meluangkan waktu untuk merenungkan perasaannya untuk mencari tahu mengapa dia begitu keras pada dirinya sendiri.
Dan dia terus mengatakan dia menyadari bahwa langkah pertama menuju kebahagiaan adalah menjadi dirinya sendiri yang sejati, daripada siapa pun yang diinginkan orang lain untuk menjadi "saat ini".
Baca Juga: Penelitian Ungkap Lamanya Jam Kerja Pengaruhi Kesehatan Mental Manusia
Berita Terkait
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental
-
House of the Dragon Season 1: Sebuah Pengkhianatan Terbesar di Westeros!
-
Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
-
Dunia Semakin Canggih, tetapi Mengapa Banyak Orang Ingin Hidup Sederhana?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat