Suara.com - Bayi Prematur Berisiko Alami Penyakit Jantung Bawaan, Ini Alasannya
Bayi yang lahir prematur diketahui lebih rentan mengalami penyakit bawaan. Salah satunya adalah penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung kongenital.
Hal ini menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalan Konsultan Kardiovaskular, Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Indra Manullang, SpPD, KKV, disebabkan oleh ketidak sempurnaan perkembangan struktur otot jantung.
"Jadi ada kelainan pada ototnya, saat bekerja memompa darah, ototnya tidak maksimal, sehingga tidak bisa sampai ke seluruh tubuh," jelas dia dalam Talkshow 'Sehat Ayo Pahami Penyakit Kritis Dan Cegah Sejak Dini' bersana AXA Mandiri, di Jakarta, Kamis, (27/06/2019).
Biasanya, bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan karena kelainan struktur otot, sulit untuk melakukan aktivitas, karena akan langsung merasa sesak.
Dia menjelaskan bahwa kondisi ini memang sulit disembuhkan.
Namun, karena perkembangan teknologi dunia medis yang semakin baik, ia berharap permasalahan ini dapat memudahkan para penderita penyakit jantung bawaan.
"Soal bisa sembuh atau tidah memang belum bisa dijawab sampai sekarang. Kalau dia sesaknya kambuh saat beraktivitas, ada obat yang membuat kondisinya membaik. Jadi obat hanya bisa memperbaiki sesaknya saja," tutup dia.
Baca Juga: Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur hingga Keguguran
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya