Suara.com - Lahirnya bayi secara prematur mengakibatkan bayi terlahir dengan berat badan rendah, yakni bisa mencapai kurang dari 2500 gram. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) mengatakan kecukupan ASI sangat penting untuk memenuhi nutrisi yang membantu pertumbuhan bayi yang terlahir prematur. Ia membeberkan beberapa kelebihan ASI yang berasal dari ibu yang melahirkan bayi premature.
“ASI merupakan cairan tubuh yang dinamis dan komposisinya senantiasa berubah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Itu sebabnya ASI dari ibu bayi premature berubah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan,” kata Rinawati di acara peluncuran bukunya "ASI untuk Bayi Prematur" beberapa waktu lalu.
Kadar protein dan lemak ASI bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan batur matur (cukup umur). Hal ini memenuhi tumbuh kembang dan metabolisme bayi prematur.
ASI bagi bayi prematur mengandung lebih banyak zat gizi, asam amino sistein dan taurin, dan enzim lipase yang meningkatkan absorbs lemak, serta asam lemak tak jenuh rantai panjang (long chain polyunsaturated fatty acids), nukleotida, dan gangliosida. Juga memiliki bioavailabilitas yang lebih besar terhadap beberapa jenis elemen mineral.
Penelitian Lucas, dkk yang bertajuk "Randomised Trial of Early Diet in Preterm Babies Later Intelligence Quotient” menunjukkan adanya perbaikan perkembangan neorologis di usia 7-8 tahun dari bayi prematur yang mendapatkan ASI. Penelitian serupa dia Australia memberikan hasil bahwa terdapat penurunan prevelens IQ yang rendah pada bayi premature yang mendapatkan ASI.
“ASI dapat dikatakan obat bagi pertumbuhan bayi prematur karena mengandung growth factor yang sangat penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh bayi premature. ASI terbukti menurunkan risiko komplikasi prematuritas, seperti enterokolitis netrotikans (necrotizing enterocolitis atau NEC) dan retinopathy of prematurity.
“Kadar protein, natrium, dan kalsium dalam ASI premature cenderung menurun dan menjadi serupa ASI cukup bulan dalam beberapa minggu setelah persalinan, sehingga tidak lagi cukup untuk bayi prematur. Hal ini dapat diatasi dengan fortifikasi ASI prematur menggunakan human milk fortifier (HMP),” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak