Suara.com - Apakah Anda seorang wanita yang senang beraktivitas pagi hari? Ternyata wanita yang senang beraktivitas maupun bangun pagi mendapatkan lebih banyak manfaat kesehatan.
Penelitian terbaru menemukan bahwa wanita yang senang beraktivitas pagi hari berisiko lebih rendah menderita kanker payudara daripada mereka yang berkegiatan di malam hari.
Para peneliti di Inggris, Amerika, Perancis dan Norwegia telah meneliti sebanyak 180.216 wanita dalam studi Biobank UK untuk membuktikan fakta tersebut.
Studi Asosiasi Kanker Payudara (BCAC) dilansir dari Asia One juga melakukan riet ini dengan melibatkan 228.951 wanita di Inggris.
Mereka meneliti dengan teknik Mendelian yang mempelajari varian genetik untuk melihat faktor-faktor tertentu berkaitan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi rendah.
Peneliti menganalisis varian genetik wanita terkait dengan 3 kebiasaan tidur, tidur pagi atau malam hari, durasi tidur dan masalah insomnia.
Temuan yang diterbitkan oleh The BMJ Thursday menunjukkan bukti yang konsisten bahwa orang yang sering bangun pagi berisiko lebih rendah menderita kanker payudara daripada orang yang sering terjaga di malam hari dan tidur di pagi hari.
Ada juga bukti lainnya bahwa tidur lebih lama dari 7-8 jam semalam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit. Meskipun temuan ini belum terlalu kuat untuk membuktikan efek insomnia pada kanker payudara.
Namun, tim peneliti juga menambahkan kalau kebiasaan tidur termasuk faktor paling kecil sebagai pemicu kanker payudara dibandingkan faktor lainnya, seperti indeks massa tubu, asupan alkohol hingga gaya hidup.
Baca Juga: Wali Kota Risma Masuk ICU karena Asma, Ketahui Tanda yang Bisa Ancam Nyawa
Mereka hanya meyakini bahwa kebiasaan tidur pasti akan memberikan pengaruh pada kesehatan. Begitu pula dengan wanita yang sering bekerja shift malam.
Wanita yang bekerja shift malam juga memiliki risiko kanker payudara lebih besar. Karena, jenis pekerjaan ini sudah pasti mengganggu pola tidur dan membuat wanita terkena cahaya malam hari.
Di sisi lain, mereka juga mengakui bahwa penelitian ini masih perlu riset lebih lanjut. Sebab, kebiasaan tidur seseorang bisa aja berubah dan mereka perlu melibatkan lebih banyak orang lagi untuk membuktikannya.
Berita Terkait
-
Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya