Suara.com - Gula darah tinggi atau hiperglikemia tidak hanya terjadi pada orang yang didiagnosis dengan diabetes saja, tetapi orang tanpa diabetes juga bisa mengalaminya.
Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan saraf atau ginjal, mata, atau penyakit jantung.
Gula darah tinggi terjadi ketika tubuh seseorang tidak memproduksi atau menggunakan cukup banyak hormon insulin, yang membantu mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi yang dapat digunakan dalam tubuh Anda.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa lelah sepanjang waktu, terus-menerus haus, pandangan kabur, atau mengalami sejumlah gejala lainnya.
Gejala-gejala ini tidak segera muncul dan dapat memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk berkembang ketika kadar gula darah seseorang terus meningkat, menurut Mayo Clinic.
Untuk mengetahui kadar gula darah sedang tinggi, Anda perlu melakukan tes darah.
Selain itu, Anda juga bisa tahu dari berbagai gejala yang dirasakan seperti di bawah ini yang dilansir dari Insider.
1. Selalu lelah, apapun yang terjadi
Gula darah tinggi membuat Anda terus menerus merasa lamban atau lelah.
Baca Juga: Studi Sebut Makan Sebelum Tidur Tidak Selalu Menaikkan Kadar Gula Darah
Itu karena sel-sel tubuh Anda tidak tahu cara menggunakan glukosa atau gula dalam darah Anda dengan benar untuk menciptakan energi untuk aktivitas sehari-hari dan fungsi organ yang tepat, menurut Medical News Today.
2. Penglihatan buram
Tanda lain dari gula darah tinggi adalah penglihatan kabur, karena tingginya kadar glukosa dalam tubuh Anda dapat membuat lensa mata Anda membengkak dan membuat fokus pada satu titik menjadi sulit.
Jika tidak diobati, penglihatan kabur dari gula darah tinggi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, menurut Mayo Clinic.
3. Ingin buang air kecil terus menerus
Semakin banyak gula yang menumpuk dalam aliran darah, 'pekerjaan' ginjal menjadi makin berat. Menyaring kelebihan gula yang tidak digunakan tubuh Anda untuk energi, menurut Mayo Clinic.
Berita Terkait
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?