2. Meditasi
Meditasi di kantor? Tentu saja bisa. Hal ini dapat dilakukan secara sederhana dengan berfokus pada hal-hal yang membuat Anda nyaman. Mulai dari lingkungan, alam sekitar, atau apa pun yang menjauhkan diri Anda dari tumpukan pekerjaan.
Walaupun hanya dapat dilakukan di waktu senggang, setidaknya dengan melakukan meditasi, rasa sakit kepala yang muncul akibat terus-menerus menatap layar komputer dapat sedikit teratasi.
3. Memperbaiki postur tubuh
Pada saat bekerja di balik komputer, terkadang postur tubuh Anda salah, sehingga berdampak pada rasa sakit di kepala. Misalnya, posisi leher yang tidak nyaman dapat membuat area kepala Anda terasa tertekan.
Oleh karena itu, memperbaiki postur tubuh menjadi salah satu cara mengatasi sakit kepala saat melihat layar komputer. Hal tersebut dapat dilakukan dengan:
Memosisikan layar komputer sejajar dengan mata Anda. Setidaknya, bagian tengah layar berjarak 50-60 cm dari mata Anda.
Memeriksa posisi bahu saat sedang mengetik. Jika tidak terasa nyaman, cobalah untuk lebih rileks.
Usahakan agar lengan tidak tertumpu pada keyboard.
Mengatur tinggi kursi agar kaki Anda dapat menapak di lantai.
4. Mengatur pencahayaan komputer
Selain postur dan posisi layar, Anda juga dapat mengatur pencahayaan komputer agar sakit di kepala akibat melihat layar komputer dalam waktu lama dapat terasa lebih ringan.
Baca Juga: Beda dengan Migrain, Ini 4 Tanda Sakit Kepala karena Tumor Otak!
Jika terlalu terang, mata Anda akan memperoleh terlalu banyak cahaya dan membuat mata sakit. Sebaliknya, terlalu gelap pun menyulitkan Anda untuk melihat, dan membuat mata bekerja lebih keras dan berujung sakit kepala.
5. Minum obat
Jika sakit kepala tidak kunjung reda bahkan sampai mengganggu aktivitas serta pekerjaan Anda, mungkin mengonsumsi obat dapat menjadi salah satu jalan keluarnya.
Berikut ini beberapa obat-obatan yang dapat mengatasi sakit kepala akibat menatap layar komputer:
Acetaminophen
Aspirin
Kafein
Ibuprofen
Naproxen
Menatap layar komputer yang memancarkan sinar radiasi memang dapat membuat mata dan kepala sakit. Itu sebabnya, beristirahatlah sebelum gejalanya semakin memburuk.
Jika menatap komputer sudah cukup lama, berikan jeda istirahat cukup membantu mengurangi sakit kepala. Namun, Jika Anda alami tak kunjung hilang hingga berminggu-minggu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui perawatan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat