Suara.com - Lahir dengan Rambut Super Lebat, Bayi Ini Jadi Perhatian Orang Banyak
Rambut seorang bayi sering menjadi perhatian menarik saat ia baru saja dilahirkan. Banyak yang terlahir botak, rambut tipis atau bahkan sangat tebal.
Seperti yang dialami oleh bayi dari seorang ibu bernama Georgia Robinson. Ketebalan rambut bayinya yang hitam pekat, bahkan sempat mengejutkan bidan yang melahirkannya.
Dilansir Metro, ibu berusia 22 tahun ini juga turut terpana ketika bayi yang ia beri nama Tia, lahir dengan rambut penuh dan tebal.
Menurut ibu dua anak itu, bidan di Rumah Sakit Umum Burnley mengatakan mereka belum pernah melihat bayi yang baru lahir seperti Tia.
"Saya tidak bisa percaya ketika saya melihatnya, ada begitu banyak rambut, saya benar-benar tidak mengharapkannya. Para bidan sama terkejutnya dengan saya, mereka mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat yang seperti itu," ujar dia.
Georgia juga cukup heran dengan warna rambut Tia yang sampai saat ini masih misteri, karena tidak ada yang memiliki rambut sehitam miliknya.
Sekarang, kurang dari sebulan kemudian, rambut Tia tumbuh sangat cepat dan telah melewati telinganya yang mungil. Georgia tidak berniat memotongnya dalam waktu dekat.
Bahkan, rambut bayinya terus tumbuh dengan sangat cepat dan dia harus mulai menggunakan penjepit.
Baca Juga: Bikin Terharu, Pramugara Ini Coba Tenangkan Bayi Menangis di Pesawat
"Dia suka rambutnya disisir dan dicuci juga," ungkap dia.
Lebih lanjut kata Georgia, semua teman dan keluarganya menjadi benar-benar terobsesi dengan bayinya dan rambut adalah hal pertama yang dibicarakan semua orang.
"Saya telah memposting foto-fotonya di Facebook dan semua orang menyukainya, dia mendapatkan banyak likes. Bahkan ketika kita keluar berbelanja orang-orang menghentikan kita untuk menyapa Tia. Untungnya dia berperilaku sangat baik dan menyukai perhatian," kata Georgia lagi.
Georgia dan pasangannya Bradley Duffy juga memiliki Ellis yang saat ini berumur dua setengah tahun, tetapi dia tidak memiliki rambut sebanyak Tia ketika dia dilahirkan.
"Semua orang sangat mencintai Tia. Saudaranya Ellis mencintainya dan selalu memberinya banyak pelukan dan ciuman," ujar dia.
Para ahli mengatakan jumlah rambut bayi yang dilahirkan sebenarnya dipengaruhi oleh genetika dan etnis. Namum, rambut bayi baru lahir juga memiliki sedikit kemiripan dengan apa yang akan mereka miliki saat mereka tumbuh dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa