Suara.com - Hati-hati bila Anda merasakan ada benjolan di bagian tubuh manapun, termasuk pantat, karena tak selalu tumor atau kanker, benjolan bisa juga menandakan penyakit lipoma.
Itulah yang dialami oleh seorang wanita asal Florida yang menceritakan kisahnya hidup selama 10 tahun dengan benjolan menyerupai "Mr P" di bagian pantatnya.
Wanita bernama Heather (32) ini pertama kali menyadari ada benjolan di bagian bawah pantatnya ketika hamil anak pertama dengan berat badan yang bertambah.
Saat itu Heather langsung memeriksakan benjolan di pantatnya, tetapi, dokter mengatakan benjolannya hanya lemak dan akan hilang jika ia mau menurunkan berat badan.
Akhirnya, Heather pun berhasil menurunkan berat badannya, tetapi benjolannya justru semakin membesar seiring bertambahnya waktu.
Setelah 10 tahun berlalu dan benjolannya kian membesar seperti buntut atau Mr P laki-laki, Heather pun semakin tidak nyaman dan malu.
"Benjolan itu terlihat seukuran bola softball yang menyulitkan ketika aku duduk. Aku malu dengan benjolan itu karena menjijikan," kata Heather dikutip dari The World News.
Heather tak pernah mengira benjolannya yang tadinya hanya seukuran jerawat kecil semakin lama justru membesar.
"Sebelum saya hamil anak pertama, berat badanku bertambah dan ada benjolan kecil di pantatku. Saya pikir itu hanya jerawat kecil dan kubiarkan saja. Tapi, benjolan itu justru semakin besar dan membuatku takut," katanya.
Baca Juga: Dikira Benjolan Rambut Biasa, Ternyata Pria Ini Derita Kanker Langka
Bahkan benjolannya yang sudah seperti ekor di pantatnya itu pun membuat Heather malu ketika mengantarkan anak-anaknya bermain di tempat umum.
Akhirnya, Heather memutuskan kembali ke dokter untuk mencari cara agar benjolannya di pantat segera hilang.
Dokter Sandra Lee yang menangani kondisinya pun sempat meminta waktu untuk mencari tahu benjolan di pantatnya.
Setelah beberapa lama, dr Lee akhirnya mendiagnosis bahwa benjolan seperti "Mr P" maupun ekor di pantat Heather adalah limpoma.
"Dia berkata benjolan itu adalah lipoma yang bersifat jinak dan menonjol di bawah permukaan kulit," ujarnya.
Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan ini termasuk tidak berbahaya dan bukan kanker. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuh berlebih sel-sel lemak.
Biasanya limpoma tumbuh di tubuh, bahu, leher, dada, lengan dan punggung. Lipoma biasanya tidak perlu diangkat, kecuali jika menyebabkan masalah seperti rasa sakit.
Berita Terkait
-
Aldi Taher Ungkap Kondisi Raffi Ahmad usai Operasi Benjolan di Punggung
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita
-
Kenali 5 Penyebab Benjolan di Leher, dari yang Ringan hingga Berbahaya
-
7 Penyebab Benjolan di Tangan yang Wajib Anda Waspadai!
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?