Suara.com - Saat udara panas, tidak ada yang lebih menyegarkan daripada mengonsumsi minuman dingin, salah satunya es teh.
Meski menyehatkan, meminum minuman manis ini juga akan berdampak pada kesehatan nantinya. Bahkan pernah ada kasus seorang lelaki minum 16 gelas es teh dan ia mengalami berbagai konsekuensi negatif pada kesehatannya.
Berikut 5 masalah kesehatan yang dapat terjadi ketika banyak mengonsumsi es teh, dilansir Elite Readers.
1. Diabetes
Anda akan cenderung mengonsumsi pemanis buatan. Agar lebih aman, ganti pemanis buatan menggunakan madu alami.
2. Batu ginjal
Ini juga termasuk dampak dari meminum es teh berlebihan. CBS News melaporkan tahun lalu ada seorang pria menderita gagal ginjal lantaran meminum es teh berlebihan.
3. Penyakit kardiovaskular
Teh, terutama teh hitam, mengandung kafein.
Baca Juga: Tak Sekadar Es Teh Manis, Yuk Belajar Seni Nikmati Teh di Kedai Lokalti
"Semua teh hitam mengandung kafein, yang tidak baik jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau detak jantung cepat. Ini dapat membuat segalanya menjadi lebih buruk," kata Suzanne Steinbaum, DO, direktur Kesehatan Jantung Wanita di Rumah Sakit Lenox Hill, New York City.
4. Obsetitas
Pemanis buatan akan membuat berat badan bertambah. Minuman kemasan biasanya mengandung 250 kalori untuk setiap sajian dan ternyata jumlah gula yang di dalamnya lebih tinggi dibandingkan sebagian besar minuman bersoda.
5. Stroke
Es teh manis cenderung meningkatkan asupan gula yang akibatnya menyebabkan tinginya kadar trigliserida. Ini dapat meningkatkan risiko mengalami stroke.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien