Suara.com - Sebanyak 17 anak di Spanyol menderita kondisi langka yang dikenal sebagai hipertrikosis atau sindrom manusia serigala.
Penyakit langka itu menyebabkan pertumbuhan rambut yang abnormal dan lebat di wajah 17 anak tersebut. Hal ini tentu membuat semua orangtua mereka panik.
Mulanya, beberapa orangtua sudah memperhatikan pertumbuhan rambut yang abnormal pada bayi mereka sejak bulan Juni 2019.
Saat itu mereka berpikir rambut yang tumbuh di seluruh tubuh anaknya adalah efek obat omeprazole, obat untuk refluks lambung.
Penyelidikan oleh Badan Obat dan Alat Kesehatan, dilansir dari USA Today, menemukan bahwa salah satu produsen di Spanyol, Farma-Quimica Sur teledor meletakkan obat dengan kandungan minoxidil di wadah berlabel omeprazole.
Akibatnya, 17 anak-anak tersebut secara tidak sengaja menelan bahan aktif minoxidil yang disangka omeprazole untuk mengobati mulas.
Belasan anak yang sudah berkali-kali menelan bahan aktif itu pun mengalami hipertrikosis. Hal ini menyebabkan pertumbuhan rambut abnormal pada dahi, pipi, lengan hingga kakinya.
Sindrom manusia serigala atau hipertrikosis yang ditandai dengan kelebihan produksi rambut di seluruh tubuh ini sendiri belum diketahui proses terjadinya.
Tetapi, penyakit langka ini dipercaya dapat menurun secara genetik. Contohnya, seorang anak laki-laki dengan hipertrikosis di India dan gadis Bangladesh dengan penderitaan seperti ini.
Baca Juga: Kelainan Genetik Langka, Remaja 14 Tahun Jadi Tampak Jauh Lebih Tua
Dalam kasus ini, sindrom manusia serigala akibat menelan minoxidil hanya bersifat sementara dan akan hilang ketika sudah diobati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?