Suara.com - Salah satu pemeran dalam video pornografi 'Vina Garut', A alias R, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/9/2019) dini hari.
Penyebab dari meninggalnya R belum diketahui. Namun sebelum ini, ia dikabarkan sedang mengidap HIV atau human immunodefiency virus.
Bahkan, sebelumnya R sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet, Garut guna mendapatkan perawatan medis.
HIV akan ditularkan dari orang ke orang melalui darah, air mani, pre-cum, cairan dari dalam vagina, rektum dan ASI.
Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), melakukan hubungan intim dengan banyak orang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular ini.
Tidak hanya HIV, penyebaran penyakit menular seksual lainnya juga meningkat.
Sebab, semakin banyak pasangan seksual dalam hidup, semakin besar kemungkinan seseorang memiliki pasangan seks yang mengidap HIV dan yang viral loadnya tidak ditekan.
Agar terhindar dari penyakit yang melemahkan imunitas ini, seseorang harus sedikit memiliki pasangan seks.
Orang tersebut juga dapat menurunkan risiko dengan memilih untuk tidak melakukan seks anal.
Baca Juga: Tewas karena HIV, Permintaan Terakhir Aktor Video Gangbang Vina Garut
Hubungan monogami, yang berarti berhubungan intim hanya dengan satu pasangan saja dapat menurunkan risiko infeksi.
Cara lainnya adalah dengan menerapkan hubungan intim yang aman, yaitu dengan menggunakan pengaman serta mengonsumsi obat yang dapat mencegah HIV.
Berita Terkait
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?