Suara.com - Sama dengan organ lain, mata juga memiliki saraf dan jaringan yang mengirimkan sinyal ke otak untuk membuat visual.
Jaringan yang paling vital di dalam mata adalah retina. Organ ini memainkan peran penting dalam mengirim sinyal visual ke otak.
Namun, bagaimana jika bagian paling penting ini justru rusak?
Seorang lelaki asal China baru-baru ini didiagnosis menderita stroke mata dengan gejala kebutaan sementara. Ternyata, ini disebabkan oleh intensitas penggunaan ponsel dalam kondisi gelap yang terlalu lama.
Lelaki yang dikenal sebagai Wang ini pun langsung mencari bantuan medis untuk mengembalikan kondisi matanya.
Wang mengatakan dirinya mulai khawatir ketika mata kanannya hampir tidak bisa melihat pesan di ponselnya. Setelah diperiksa, ia ternyata mengalami stroke mata.
Stroke mata terjadi ketika arteri retina berhenti bekerja akibat gumpalan atau penyempitan pembuluh darah. Inilah yang menyebabkan kemampuan mata untuk melihat berkurang karena aliran sinyal ke otak terhalang.
Wang mengaku, bermain ponsel di dalam kondisi gelap adalah kebiasaan buruknya. Padahal, sang istri sudah sering memperingatkan Wang tentang cahaya putih yang dipancarkan ponsel itu terlalu terang untuk mata.
Sementara itu, sang dokter mengatakan, kasus stroke mata adalah hal yang umum terjadi belakangan ini daripada waktu-waktu sebelumnya. Bahkan, sang dokter sering merawat hingga 20 kasus yang sama setiap bulannya.
Baca Juga: Benarkah Cahaya Biru Komputer Sebabkan Penyakit Mata? Ini Faktanya
Stroke mata dapat bersifat sementara. Meski demikian, kondisi itu juga bisa menyebabkan kebutaan permanen dan memengaruhi kualitas hidup seseorang jika tidak segera diobati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi