Suara.com - Cegah Kecacatan karena Stroke, Kenali Gejala Stroke dengan 6 Langkah Ini
Stroke jadi penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Belum lagi saat penderita pulih, ia tidak bisa sepenuhnya sembuh karena akan menyisakan kecacatan.
"Menurut data WHO, stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia, terbukti sebanyak 328.500 jiwa melayang karena stroke pada 2012," ujar Sekretaris Pokdi Stroke Perdossi, Dr. dr. H. Al Rasyid, Sp.S(K) di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019)
Serangan stroke bisa berkembang cepat dan mengakibatkan gangguan otak fatal. Parahnya jika serangan terjadi 24 jam atau lebih bisa menyebabkan kematian.
Padahal sebelum serangan stroke, penyakit ini masih bisa dicegah dengan mengubah pola hidup loh. Apalgi bagi mereka yang berisiko, dengan mengenali gejala stroke agar dapat penindakkan lebih lanjut.
Deretan gejala stroke ini disingkat dengan slogan SeGeRa Ke RS, berikut kepanjangannya:
- Senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
- Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.
- Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung.
- Kebas atau baal, kesemutan separuh badan.
- Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.
- Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pemah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.
"Begitu gejala stroke terlihat, sesuai slogannya, pasien harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat rumah sakit dalam waktu kurang dari 2 jam. Ia perlu secepatnya mendapat penanganan tim medis dalam periode emas stroke, yaitu 4,5 jam, untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen," tutup Dr. Al Rasyid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini