Suara.com - Seorang pria 42 tahun, Subhash Yadav meninggal dunia setelah menyelesaikan tantangan makan 50 telur. Saat itu, Subhash Yadav ditantang taruhan oleh temannya.
Melansir dari Daily Star, kejadian ini bermula saat Yadav bersama temannya pergi ke Pasar Biniganji di India untuk mencari telur pada Senin pagi.
Di tengah perjalanan, Yadav dan temannya tiba-tiba bertengkar hebat. Mereka lalu memutuskan untuk taruhan makan 50 telur.
Jika salah satu dari mereka berhasil menghabiskan 50 telur lebih cepat, akan mendapatkan uang senilai 2.000 Rupee India atau sekitar Rp 370 ribu.
Yadav pun menerima tantangan dari temannya dan mulai melahap telur di depannya. Ketika menelan telur ke-41, Yadav belum merasakan tanda-tanda apapun.
Namun, Yadav mendadak merasa mual ketika makan telur ke-42. Yadav tiba-tiba jatuh pingsan ke tanah di tengah pertandingan makan 50 telur.
Warga setempat yang melihat pertarungan itu langsung membawa Yadav ke rumah sakit darurat di Institut Ilmu Kedokteran Pos Pascasarjana Sanjay Gandhi. Sayangnya, Yadav lebih dulu meninggal dunia setelah beberapa saat masuk ke rumah sakit.
Dokter yang menangani kondisi terakhir Yadav pun mengungkap pria 42 tahun itu meninggal dunia akibat makan telur berlebihan.
Polisi juga tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus kematian Yadav. Sementara itu, pihak keluarga juga tidak mau buka suara mengenai kematian Yadav.
Baca Juga: Wanita Ditangkap karena Jadi Dokter Gadungan, Sudah 4 Pasien Meninggal!
Di sisi lain, Yadav juga bukan orang pertama yang meninggal karena makan berlebihan sebelum waktunya. Sebelumnya, seorang pria bernama Travis Malouff (42) meninggal dunia karena konsumsi makanan sampah yang membuat saluran napasnya tersumbat pada 2017 silam.
Seharusnya kasus kematian seseorang karena konsumsi makanan berlebihan dan sembarangan ini bisa menjadi pelajaran dari semua orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus