Suara.com - Seorang remaja laki-laki usia 13 tahun meninggal dunia setelah menghirup deodoran spray yang dianggap berbau seperti ibunya.
Remaja bernama Jack Waple ini ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Main Street, Hockwold, Norfolk dengan kaleng aerosol di sisinya.
Sebelum meninggal dunia, ia sempat berkata pada ibunya bahwa ia akan menghirup deodoran itu ketika merasa cemas dan merindukan ibunya.
Sampai akhirnya ia ditemukan tak sadarkan diri, hasil pemeriksaan mencatat bahwa penyebab kematiannya akibat menghirup deodoran spray. Selain itu, Jack juga diketahui menderita serangan jantung.
Mulanya, Susan Waple sebagai ibu Jack sempat merasa bahwa kaleng deodoran spray miliknya terasa enteng seperti tidak ada isinya.
Jack lantas mengaku pada ibunya, bahwa ia akan menyeprot deodoran itu dan menghirupnya karena baunya terasa seperti ibunya.
Susan Waple pun sempat memberi tahu anaknya agar tidak menyalahgunakan deodoran spray tersebut. Ia sudah takut jika terjadi sesuatu pada anaknya akibat kebiasaan menghirup aerosol.
Ternyata benar, Susan pun menemukan anaknya Jack sudah tak sadarkan diri di kamarnya dengan deodoran spray di dekatnya.
Akibat kebiasaan itulah, gas dari deodoran spray telah menghantam dan merusak jantung anaknya hingga meninggal dunia.
Baca Juga: Lidah Pria ini Berubah Halus, Ternyata Tanda Penyakit Jantung dan Anemia
Susan pun menyimpulkan bahwa kematian anaknya adalah sebuah kesialan. Ia yakin bahwa anaknya tidak bermaksud untuk mencelakai diri sendiri hingga meninggal dunia.
"Saya pikir kebiasaannya menghirup aerosol itulah yang menyebabkan kematian. Dia melakukannya tanpa mengetahui risikonya pada jantung," jelas Susan, dikutip dari BBC.
Susan pun merasa sangat sedih dan menyesal setelah kehilangan anaknya. Bahkan, ia tak terpikirkan kejadian fatal ini bisa menimpa anaknya yang senang menghirup deodoran spray.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?