Ilustrasi operasi gigi (Pixabay)
Suara.com - Mencabut gigi geraham atau gigi bungsu yang tidak tumbuh sempurna bisa sangat menyakitkan. Proses ini dinamakan dengan operasi impaksi.
Dokter umumnya akan menyarankan untuk melakukan operasi impaksi apabila gigi geraham dirasa menyakitkan atau menyebabkan masalah gusi.
Melansir WebMD, operasi umumnya akan memakan waktu 45 menit atau kurang dan pasien akan mendapatkan anastesi, baik lokal, sedasi IV atau umum.
Berdasarkan NHS Inggris, diperlukan waktu dua minggu untuk pulih sepenuhnya dari operasi impaksi ini.
Biasanya, setelah operasi Anda akan mengalami:
- Mulut dan pipi bengkak. Ini akan menjadi lebih buruk untuk beberapa hari pertama tetapi secara bertahap akan membaik.
- Sedikit memar di pipi , kondisi ini kemungkinan akan bertahan hingga dua minggu setelah operasi.
- Rahang kaku dan sakit, kemungkinan ini akan hilang dalam waktu 7 hingga 10 hari setelah operasi.
- Rasa tidak enak di mulut.
- Kesemutan atau mati rasa di wajah, bibir, atau lidah.
ilustrasi operasi gigi [shutterstock]
Untuk mengurangi rasa sakit dan membantu pemulihan, NHS menyarankan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini.
- Gunakan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen (dengan mengikuti instruksi dosis pabrik).
- Hindari aktivitas berat dan olahraga selama beberapa hari.
- Gunakan bantal tambahan untuk menopang kepala saat tidur.
- Selama 24 jam, hindari berkumur, meludah, minuman panas atau apa pun yang dapat mengeluarkan gumpalan darah.
- Hindari merokok dan minum alkohol selama 24 jam.
- Makan makanan lunak atau cair selama beberapa hari dan kunyah dengan gigi lainnya.
- Bilas tempat ekstraksi secara lembut dengan obat kumur antiseptik setelah 24 jam, dan ulangi ini secara teratur selama beberapa hari berikutnya, terutama setelah makan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi