Suara.com - Jus tebu termasuk minuman yang banyak disukai orang dan memiliki banyak manfaat. Sayangnya, jus tebu justru tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil.
Menurut dr. Kang Wee, konsultan senior dokter kandungan dan ginekolog di Kang Clinic for Women. dilansir dari youngparents.com, ibu hamil tidak boleh minum jus tebu karena mudah terkontaminasi bakteri.
"Kadar gula yang tinggi lebih memungkinkan lalat mencemari air tebu. Selain itu, Anda juga tidak bisa menjamin kebersihan penyimpanan, proses pembuatan, pisau pemotong dan saringannya yang mungkin tidak dicuci rutin," jelasnya.
Meski begitu, ada pengecualian jika Anda membuat jus tebu sendiri sehingga bisa menjamin kebersihannya. Karena itu dilansir dari parenting.firstcry.com, adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi jus tebu selama hamil:
- Kebersihan, pastikan Anda membeli jus tebu dari tempat yang higienis. Jangan minum jus tebu dari pedagang kaki lima, karena dapat menyebabkan keracunan makanan atau infeksi perut.
- Jangan terlalu banyak, jus tebu memiliki kandungan gula tinggi yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika dikonsumsi lebih dari jumlah yang dibutuhkan.
- Jangan mengonsumsi jus tebu jika Anda menderita diabetes atau diabetes gestasional.
- Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda sebelum memasukkan jus tebu ke dalam diet harian Anda.
Jus tebu memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar bagi Anda selama kehamilan. Tetapi itu tidak berarti bahwa Anda sudah pasti boleh minum jus tebu, apalagi dalam jumlah banyak. Karena itu, Anda disarankan konsultasi dengan dokter sebelum minum jus tebu selama kehamilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh