Balon yang dapat dikembangkan digunakan untuk memasang dan mengunci katup di tempat. Ada juga
katup TAVR / TAVI lain yang berkembang sendiri dan tidak memerlukan balon untuk pemasangannya
Langkah 5: Pemeriksaan Terakhir
Kateter dilepaskan dan sekarang katup baru berfungsi di tempat katup asli.
"Tidak seperti operasi jantung terbuka, TAVI/TAVR tidak membutuhkan pasien dihubungkan ke mesin pemompa jantung dan di dalam kebanyakan kasus, pasien tidak perlu dibedah dadanya, karena prosedur TAVI dilakukan menggunakan kateter yang dimasukan melalui kulit. Bisa dibayangkan TAVI jauh lebih tidak menyiksa daripada operasi bedah jantung, sehingga pasien yang awalnya merasa bahwa operasi pembedahan itu terlalu berisiko, kini memiliki pilihan untuk menyembuhkan masalah katup jantungnya dan memperpanjang usia mereka," jelasnya lebih lanjut.
Penggantian katup jantung dengan metode TAVI lebih baik digunakan untuk orang-orang dengan umur di atas 70 tahun, karena orang-orang dengan usia tersebut biasanya memiliki toleransi lebih rendah terhadap rasa sakit.
"Karena prosedur TAVI ini menggunakan proses bedah yang sangat minimal, pasien bisa kembali beraktivitas rutin lebih cepat daripada operasi jantung terbuka. Pasien yang sudah menjalani prosedur TAVI melaporkan perkembangan kualitas hidup mereka sesaat sesudahnya. Manfaat lainnya termasuk waktu rawat yang lebih sebentar, tidak ada codet di dada, pemulihan gejala dengan cepat, perkembangan fungsi jantung, dan pengurangan rasa sakit dan kegelisahan," jelas Datuk dr. Rosli Mhd Ali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!