Suara.com - Waduh, Pengidap Autoimun Seperti Ashanty Rentan Kena Penyakit Jantung?
Penyakit autoimun membuat sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri. Hal ini dialami oleh beberapa selebriti, mulai dari penyanyi Ashanty hingga komedian Raditya Dika.
Nah, pakar jantung dr Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, mengungkap risiko penyakit jantung pada perempuan lebih tinggi pada orang dengan penyakit autoimun.
Kenapa bisa terjadi? Ini karena penyakit autoimun membuat terjadinya inflamasi kronik yakni peradangan pada pembuluh darah, yang terjadi secara terus-menerus, secara jangka panjang dan keadaan ini berbahaya untuk jantung.
"Kondisi peradangan ini akan merusak dinding sel, atau sel endotel di tubuh kita, saking lebarnya saat dibuka bisa selapangan tenis," ujar dr. Sally di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).
Akibatnya saat dinding sel rusak, maka akan terjadi plak atau luka yang cukup besar. Mengingat sel darah akan terganggu sehingga mengganggu kinerja jantung, dan saat autoimun terjadi di usia belia, maka risikonya bukan hanya jantung tapi juga ke organ lainnya.
"Ketika usia masih belia (autoimun terjadi), risiko tidak hanya jantung, bisa stroke dan pembengkakan pembuluh darah kaki yang besar (menbengkak). Kalau masih muda jarang kena serangan (jantung), kecuali tadi autoimun dan diabetes," tutupnya.
Sebagai informasi, risiko penyakit jantung pada perempuan memang lebih tinggi dibanding laki-laki, dengan perbandingan 1,3 persen dan 1,5 persen, ini karena perempuan punya faktor hormonal. Tapi saat muda atau masih menstruasi perempuan cenderung terlindungi, tapi setelah menopause maka faktor risiko akan meningkat drastis.
Apalagi jika selama masa muda tidak bisa menjaga faktor risiko seperti ada riwayat keturunan, obesitas, darah tinggi, merokok, dan minum alkohol.
Baca Juga: Canggih, Dokter Bedah Hidupkan Kembali Organ Jantung yang Telah Mati
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh