Suara.com - Canggih, Dokter Bedah Hidupkan Kembali Organ Jantung yang Telah Mati
Jantung salah satu organ terpenting manusia, saat jantung berhenti berdetak maka kehidupan juga berhenti berputar. Bahkan meski jantung sudah menjadi mayat maka tidak mungkin berdetak kembali.
Hebatnya, sebuah inovasi canggih dilakukan tim dokter Universitas Duke Amerika Serikat yang bisa membuat jantung kembali berdetak, meski awalnya sudah ikut mati di dalam tubuh pendonor.
Mengutip laman Metro, Rabu (4/12/2019) dalam inovasinya tim dokter menggunakan teknik perintis untuk mengalirkan darah dan oksigen kembali ke organ untuk menghidupkan kembali jantung.
Saat jantung hidup dan berdetak, selanjutnya ditransplantasikan pada donor hidup. Teknik ini berhasil menciptakan harapan baru bagi ribuan orang di AS yang menunggu tranplantasi organ.
Diakui memang, transplantasi jantung memang relatif umum dilakukan di AS. Tapi yang sering terjadi waktu jadi faktor utama setelah kematian pendonor. Sedangkan di saat bersamaan selalu terjadi kekurangan organ yang tersedia.
Prosedur yang berhasil dilamukan ahli bedah Universitas Duke ini dikenal sebagai Donation After Cardiac Death (DCD), yang melibatkan pengangkatan jantung pasien yang dikonfirmasi meninghal. Direktur Program Tranplantasi Jantung, Dr. Jacob Niall Schroder kemudian men-tweet video detak jantung yang berhasil hidup kembali itu.
Prosedur DCD ini memang telah digunakan di Inggris sejak 2009, dan untuk pertama kalinya berhasil dilakukan di AS. Siapa pendonor dan penerima jantung tetap jadi rahasia dan tidak dipublikasi.
"Keberhasilan program DCD di Inggris dapat dikaitkan dengan resolusi dari hambatan hukum, etika dan profesional yang tampak pada model donasi ini," ungkap tim NHS.
Baca Juga: Ini Dia Prejaru, Alat Penolong Serangan Jantung Karya Mahasiswa UMP
"Prinsip yang mendasari program ini adalah donasi pada banyak kesempatan dapat dipandang secara sah sebagai bagian dari perawatan yang mungkin ingin diterima seseorang di akhir kehidupan mereka," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini