Suara.com - Semua orang tentu pernah merasa cemas di waktu-waktu tertentu. Ketika harus berbicara di depan orang atau mencemaskan kondisi orang tercinta, misalnya.
Namun, ada sebagian orang yang terus menerus dapat merasa cemas dan perasaan tersebut begitu kuat, hingga mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
"Rasa cemas bermasalah ketika hal itu menciptakan pikiran cemas kronis, sikap depresi, atau perasaan tidak dapat bergerak," tutur Carla Manly, PhD , seorang psikolog klinis di Sonoma County, California.
Tapi, untuk mengetahui bahwa kecemasan tersebut adalah sebuah bentuk gangguan kecemasan atau anxiety disorder, tidak mudah.
Melansir Health, gangguan kecemasan muncul dalam berbagai bentuk, seperti serangan cemas, fobia, dan kecemasan sosial. Perbedaan diagnosis resmi dengan kecemasan normal pun tidak selalu jelas.
Jika Anda mengalami beberapa hal di bawah ini, ada baiknya mencoba berkonsultasi dengan dokter.
1. Kekhawatiran berlebihan
Ciri khas dari gangguan kecemasan umum adalah terlalu mengkhawatirkan hal-hal dalam kesehariannya, baik hal kecil maupun besar.
Dalam kasus gangguan kecemasan, penderita merasa cemas yang kuat pada sebagian besar hari dalam seminggu, selama 6 bulan.
Baca Juga: Manfaat Tidur Nyenyak, dapat Obati Gangguan Kecemasan
Juga, merasa gelisah hingga perasaan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan disertai dengan gajala yang nyata, seperti kelelahan.
2. Masalah tidur
Masalah tidur dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan. Jika Anda secara kronis, misalnya berbaring masih dengan perasaan gelisah, kemungkinan itu adalah tanda gangguan kecemasan.
Menurut pakar, separuh dari semua penderita gangguan kecemasan mengalami masalah tidur.
3. Ketakutan irasional
Seorang penderita gangguan kecemasan dapat merasakan ketakutan amat sangat terhadap suatu hal, hingga mengganggu aktivitas dan rasa takut itu melebihi porsi terhadap risiko sebenarnya. Itu adalah tanda fobia, sejenis gangguan kecemasan.
4. Ketegangan otot
Ketegangan otot yang hampir konstan, entah menggertakkan rahang atau mengepalkan tinju, sering menyertai gangguan kecemasan.
Gejala ini sangat persisten dan 'meresap' sehingga orang yang melakukannya tidak sadar akan hal itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi