Suara.com - Banyak orang terbiasa tidur siang karena berbagai alasan. Tetapi, tidur siang justru bisa meningkatkan peluang menderita stroke.
Sebuah penelitian menemukan orang yang tidur siang lebih dari 90 menit berisiko menderita stroke 25 persen lebih tinggi.
Studi dari China yang meneliti sekitar 32 ribu orang dewasa sehat juga menemukan bahwa tidur malam selama 9 jam atau lebih juga meningkatkan risiko stroke. Bahkan risiko menderita stroke akibat tidur 9 jam atau lebih di malam hari mencapai sekitar 23 persen.
Para ilmuwan mengatakan orang yang menikmati tidur panjang atau tidur malam lama cenderung mengalami kolesterol tinggi maupun obesitas.
Peneliti DR Xiaomin Zhang dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan juga mengatakan tidur yang lama atau tidur panjang menunjukkan gaya hidup tidak aktif, yang terkait dengan peningkatan risiko stroke.
"Hasil ini menyoroti pentingnya tidur siang dan durasi tidur moderat serta kualitas tidur yang baik, terutama pada orang dewasa dan lebih tua," ujarnya dikutip dari The Sun.
Studi dalam jurnal Neurology juga menemukan tidur siang selama 90 menit meningkatkan risiko sebesar 8 persen dan 14 persen pada orang yang tidur malam lebih dari 9 jam .
Para ilmuwan menemukan orang yang tidur lama memiliki risiko terserang stroke 85 persen. Selain itu, mereka juga melaporkan memiliki kualitas tidur yang lebih rendah juga meningkatkan risiko sebesar 29 persen.
Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, yang disebabkan oleh gumpalan darah atau perdarahan internal.
Baca Juga: Paula Verhoeven Kurang Protein Jelang Persalinan, ini Lho Fungsinya!
Setiap tahunnya sekitar 150 ribu orang di Inggris mengalami serangan stroke yang penyebab utamanya adalah kecacatan kompleks.
"Kami mengetahui bahwa durasi tidur dapat memengaruhi kesehatan jantung dan peredaran darah. Studi ini menunjukkan bahwa tidur untuk waktu lebih lama, kualitas tidur buruk dan tidur siang lama berkaitan dengan risiko stroke yang meningkat," jelas Barbara Kobson, perawat jantung di British Heart Foundation.
Berita Terkait
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Tak Sekadar Cari Uang, Ini Alasan Mulia Pak Tarno Tetap Ngamen Sulap Meski Terkena Stroke
-
DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak