Suara.com - Jelang persalinan anak pertama, Paula Verhoeven, istri Baim Wong pun melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin.
Baru-baru ini Baim Wong merekam aktivitas istrinya ketika cek kandungan yang diunggah melalui channel Youtube-nya. Ia menceritakan bahwa kondisi Paula dan calon bayinya sehat.
Tetapi, dokter mengataka bahwa Paula Verhoeven justru kekurangan karbohidrat. Kondisi tersebut bisa menyebabkan Paula juga kekurangan protein.
"Oke Paula sehat, kurang protein," kata Baim Wong dalam vlog Youtube-nya.
"Kurang protein sama karbohidrat. Katanya kalau karbohidrat kurang otomatis protein kurang," sahut Paula Verhoeven.
"Eh iya kekurangan karbohidrat, bukan protein," ujar Baim Wong.
Ternyata asupan karbohidrat selama kehamilan salah satu yang perlu diperhatikan. Melansir dari aptaclub.co.uk, karbohidrat merupakan sumber energi penting untuk ibu dan bayi selama kehamilan.
Asupan karbohidrat dalam tubuh itu akan dipecah menjadi gula seperti glukosa, yang mudah melewati plasenta dan memberikan energi untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Adapun berbagai jenis karbohidrat termasuk pati, gula dan serat. Bagi Anda yang membutuhkan suplai energi bisa mengonsumsi makanan bertepung seperti roti, kentang, pasta, nasi dan sereal.
Baca Juga: Jaga Pola Makan Bikin Kualitas Hidup Pasien Kanker Meningkat, Ini Kata Ahli
Bahkan makanan bertepung juga menyediakan nutrisi penting lainnya untuk mendukung perkembangan bayi, termasuk kalsium, zat besi dan vitamin B.
Tetapi, penting untuk memilih sumber karbohidrat yang tepat selama kehamilan. Karena beberapa karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan insulin yang cepat.
Karbohidrat jenis itu disebut makanan GI tinggi dengan nilai tinggi pada indeks glikemik yang menunjukkan seberapa cepat makanan memengaruhi gula darah dalam tubuh.
Makanan GI tinggi ini termasuk makanan olahan seperti roti, nasi putih, makanan manis dan kentang. Sedangkan, makanan yang dipecah lebih lambat masuk dalam kategori makanan rendah GI.
Makanan rendah GI ini menjaga kadar gula darah lebih stabil. Selain itu, makanan rendah GI juga dianggap lebih sehat dan aman dikonsumsi. Misalnya, makanan rendah GI yakni pisang, ubi jalar, buncis, kacang-kacangan, gandum, sereal dan pasta.
Diet berdasarkan pati sehat ini dapat membantu Anda memastikan kadar gula darah tetap stabil, mengurangi risiko diabetes gestasional serta komplikasi kehamilan lainnya.
Makanan sumber serat yang baik setiap hari juga membantu menjaga sistem pencernaan Anda bekerja dengan baik.
Berita Terkait
-
Paula Verhoeven Tunjukkan KTP Baru Berstatus Cerai Hidup
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Baim Wong Tak Batasi Anak Lebaran Bareng Paula Verhoeven: Kita Mah Fleksibel, Gak Pernah Dipersulit
-
Perdana Jalani Ramadan Tanpa Istri, Baim Wong Akui 'Tricky' Bagi Waktu Urus Anak hingga Pekerjaan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!