Suara.com - Aktris Chacha Frederica mengaku dirinya baru tahu menderita endometriosis di awal pernikahannya. Meski begitu, sebenarnya ia sudah merasakan gejalanya sejak dahulu.
Sejak duduk di bangku sekolah, Chacha mengatakan sering merasakan sakit perut parah saat masa menstruasi hingga dirinya harus beristirahat. Namun, ia selalu mengabaikannya.
"Akhirnya 2 minggu nikah, baru ke dokter kandungan. Ternyata ada endometriosis 0,8 cm," ujar Chacha Frederica dalam channel YouTube Tya Ariestya.
Inilah yang membuat Chacha harus menunggu empat tahun untuk memiliki buah hati.
Endometriosis merupakan kelainan kronis yang biasanya memengaruhi rongga panggul dan dapat menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi dan berhubungan intim.
Kondisi ini sangat umum. Melansir Insider, endometriosis memengaruhi satu dari setiap 10 perempuan usia reproduksi atau sekitar 176 juta perempuan di seluruh dunia.
Biasanya perempuan akan didiagnosis pada usia 30 tahun hingga 40 tahun. Ini paling umum terjadi ketika jenis jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim mulai tumbuh di luar rahim, membentuk lesi yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.
Namun, lesi juga dapat muncul pada ovarium, saluran tuba, dan lapisan panggul. Dalam beberapa kasus, itu juga dapat mempengaruhi kandung kemih, usus, dan dubur.
"Itu bukan sesuatu yang bisa dihilangkan dengan satu perawatan. Ini kelainan kronis," tutur Dr. Arnold Advincula, kepala ginekologi di NewYork-Presbyterian / Columbia University Irving Medical Center.
Baca Juga: Aturan Makan bagi Penderita Endometriosis seperti Chacha Frederica
Ada dua pilihan perawatan, yakni secara medis atau bedah.
Beberapa orang berhasil mengelola gejalanya hanya dengan mengonsumsi obat. Namun ada orang yang tidak dapat merespon pengobatan dengan baik, atau jaringan endometriumnya berkembang di usus, kandung kemih, ureter, atau organ lain dari panggul.
Kata Advincula, kondisi demikian lebih membutuhkan pembedahan. "Tapi itu harus seimbang dengan sisi medis," sambungnya.
Jika Anda merasa terkena endometriosis, Dr. Advincula sangat menyarankan untuk segera menghubungi dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia