Suara.com - Meskipun tidak ada yang namanya makanan dengan kandungan nol kalori, ada makanan yang bisa Anda nikmati dengan bebas tanpa harus khawatir dengan penambahan berat badan.
Menurut ahli gizi dr. Lisa Young , makanan ini umumnya termasuk dalam salah satu dari dua kategori, yakni buah-buahan atau sayuran yang tidak mengandung zat tepung.
Dilansir dari Insider, Young mengatakan ada beberapa alasan mengapa Anda tidak akan menambah berat badan dengan mengonsumsi makanan ini:
- Sebagian besar mengandung air
- Mereka rendah kalori
- Mereka mengandung serat, yang membantu membuat Anda merasa dan tetap kenyang
- Mereka dikemas dengan banyak vitamin, antioksidan dan nutrisi lain yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
Namun penting untuk dicatat bahwa seperti halnya makanan lain, jika mengonsumsinya dalam porsi super besar, tentu berat badan Anda akan bertambah. Tetapi karena alasan yang tercantum di atas, kecil kemungkinan hal itu terjadi.
Berikut makanan yang tidak akan bikin gemuk, dirangkum dari Insider.
1. Mentimun
Mengandung sebagian besar terdiri dari air, mentimun hanya mengandung 16 kalori per sajian. Biji dan kulitnya mengandung sebagian besar nilai gizi buah, jadi sebaiknya Anda tidak mengupas mentimun Anda.
Kulit dan bijinya menyediakan serat dan bentuk vitamin A yang dikenal sebagai beta-karoten, yang dikenal baik untuk mata.
2. Tomat
Tomat terkenal karena mengandung likopen, karotenoid, yang membantu melawan penyakit kronis dan juga memberi warna merah pada buah. Selain likopen, tomat kaya akan vitamin A, C, dan B2, serta folat, kromium, kalium, dan serat.
Dan untuk semua nutrisi yang ditawarkannya, satu tomat berukuran sedang hanya memiliki sekitar 25 kalori.
Baca Juga: Ed Sheeran Diet Sehat, Begini Perjuangannya hingga Susut 30 Kg
3. Brokoli
Brokoli paling bergizi saat dimakan mentah atau saat dikukus. Sayuran super ini mengandung sulforaphane, sebuah anticarcinogen yang bekerja untuk menghancurkan bahan kimia penyebab kanker yang mungkin dikonsumsi tubuh baik melalui lingkungan maupun makanan.
Selain vitamin A, C, E, dan K, satu porsi brokoli kukus mengandung sekitar 20% dari kebutuhan serat harian Anda. Plus, hanya ada sekitar 31 kalori dalam satu porsi.
4. Jeruk
Sebagian besar orang tahu jeruk karena kandungan vitamin C-nya, tetapi buah jeruk banyak manfaat lainnya. Karena vitamin C sangat penting dalam produksi kolagen, jeruk membantu menjaga kulit bebas dari kerusakan dan terlihat baik. Ini juga rendah kalori, jeruk berukuran sedang memiliki sekitar 80 kalori.
5. Melon madu
Melon madu hanya memiliki kalori sedikit lebih banyak per porsi daripada melon biasa. Sebagian besar kalori ini berasal dari 14 gram gula alami yang disediakan buah.
Melon madu juga mengandung lebih dari setengah dari nilai vitamin C harian yang direkomendasikan, serta tembaga, yang sangat penting untuk kulit yang sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh