Suara.com - Bau badan tidak enak memang membuat seseorang tidak percaya diri. Meski bau badan terjadi secara alami, tetapi terkadang hal ini dapat disebabkan kondisi yang lebih serius.
Mereka yang rutin makan makanan pedas lebih rentan memiliki bau badan. Kondisi medis tertentu seperti diabates, juga bisa jadi penyebabnya.
Keringat sebenarnya tidak berbau, bau yang keluar dari tubuh sebenarnya adalah hasil dari bakteri yang memecah protein menjadi asam tertentu yang bercampur dengan keringat. Faktor-faktor tertentu stres, ovulasi, rangsangan seksual, hingga kemarahan, dapat berkontribusi terhadap bau badan.
Jika Anda mengalami kondisi ini, lebih baik cari alternatif alami daripada menggunakan produk komersial untuk menutupi bau badan. Produk komersial ini hanya menutupi bau sementara saja.
Melansir The Health Site, berikut cara menghilangkan bau badan secara alami.
- Pastikan Anda mencukur rambut ketiak secara konsisten. Rambut ketiak dapat meningkatkan bau karena menjebak keringat serta bakteri.
- Gunakan deodoran alami, misalnya minyak pohon teh yang dapat membunuh bakteri dan juga memberi aroma yang menyenangkan.
- Gunakan minyak esensial, seperti lavender, pinus dan peppermint untuk melawan bakteri yang dapat membuat tubuh bau.
- Anda juga dapat menggosokkan sedikit lemon di ketiak. Lemon dapat mengubah tingkat pH dan membuat kulit lebih asam. Semua bakteri, terutama yang menyebabkan bau, sulit bertahan di lingkungan yang sangat asam.
Baca Juga: Catat! Bau Badan Perempuan Paling Wangi saat Dua Fase Ini
- Menambahkan sayuran hijau ke dalam menu makan Anda. Sayuran berdaun hijau ini mengandung banyak klorofil yang memiliki efek penghilang bau di dalam tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang