Suara.com - Kabar meninggalnya Ria Irawan membuat dunia hiburan tanah air ikut berduka. Aktris senior ini meninggal akibat kanker kelenjar getah bening yang diidapnya sejam 2014 silam.
Sebelumnya, Ria Irawan sempat dikabarkan sembuh. Namun, Agustus 2019 lalu kembali kambuh dan harus dirawat di rumah sakit.
Kanker getah bening terjadi ketika jumlah limfosit dalam tubuh menjadi tidak terkendali. Limfosit merupakan sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh dari infeksi.
American Cancer Society menyebut, sebenarnya tidak ada cara khusus dalam melindungi dari penyakit limfoma ini. Namun, dilansir Hello Sehat, ada cara yang dapat menurunkan risikonya.
1. Melindungi diri dari penyakit infeksi
Ada beberapa infeksi yang dapat meningkatkan risiko kanker getah bening, misalnya HIV atau infeksi bakteri H. pylori di lambung.
Untuk mencegah HIV, tentu Anda harus menghindari berhubungan intim tidak aman atau menggunakan narkoba suntik. Sedangkan untuk mencegah H. pylori, yaitu dengan menjaga kebersihan dan makanan yang dikonsumsi.
2. Mengelola stres
Stres berkepanjangan dapat melemahkan kekebalan tubuh dan pada akhirnya dapat membuat tubuh rentan terhadap penyakit.
Baca Juga: Ria Irawan Meninggal, Intip Biaya Pengobatan Kanker Rahim Tanpa BPJS
Cara mengelola stres bisa dengan cukup tidur, menerapkan teknik relaksasi,dan mengelilingi diri dengan orang-orang positif.
3. Menjaga penyakit terkait sistem kekebalan tubuh tetap terkendali
Beberapa orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. salah satu kondisi medis yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah adalah penyakit autoimun.
Jika memiliki kondisi tersebut, cara terbaik adalah dengan menjaga penyakit tetap terkendali.
4. Menghindari paparan radiasi dan zat kimia yang tidak diperlukan
Radiasi dan zat kimia dapat memengaruhi limfosit dan meningkatkan risiko kanker getah bening. Paparan tersebut bisa berasal dari prosedur medis seperti Rontgen, bahan kimia dalam pertanian, lingkungan industri dan lain-lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi