Suara.com - Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Solahuddin Wahid alias Gus Sholah, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (2/1/2020), pukul 20.55 WIB.
Menurut tim dokter yang merawat Gus Sholah, tokoh agama ini meninggal dunia setelah mengalami masalah gangguan irama jantung atau aritmia.
Sebelumnya, Gus Sholah juga sudah pernah melakukan operasi ablasi untuk memperbaiki irama denyut jantung.
Aritmia merupakan gangguan irama detak jantung yang tidak teratur. Bisa terlalu cepat, lambat atau bergantian sehingga tidak beraturan.
Pada beberapa kasus, aritmia bisa tidak berbahaya atau mengancam jiwa. Kondisi ini pun dapat terjadi pada orang yang baru saja melakukan olahraga, saat stres atau dipicu oleh konsumsi kafein yang terlalu banyak.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Dilansir Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab umumnya:
- Penyakit arteri koroner
- Tekanan darah tinggi
- Perubahan otot jantung (kardiomiopati)
- Gangguan katup jantung
- Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, seperti natrium atau kalium
- Cidera karena serangan jantung
- Proses penyembuhan setelah operasi jantung
- Kondisi medis lainnya
Umumnya, aritmia tidak memiliki gejala. Dokter dapat mendeteksi detak jantung yang tidak teratur selama pemeriksaan dengan menghitung denyut nadi, mendengarkan irama jantung atau dengan tes diagnostik.
Tapi, jika ada gejala terjadi, kemungkinan ini yang akan terjadi:
- Palpitasi (sensasi ketika jantung terasa berdegup dengan kencang)
- Rasa berdebar di dada
- Pusing atau merasa pusing
- Sesak napas
- Ketidaknyamanan di dada
- Tubuh merasa sangat lelah
Baca Juga: Apa Itu Aritmia, Penyakit yang Diderita Oleh Almarhum Gus Sholah
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh