Suara.com - Hari Kanker Sedunia setiap tahunnya diperingati pada 4 Februari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara global akan pentingnya pengetahuan tentang penyakit kanker.
Penetapan tanggal ini didasarkan pada Piagam Paris (Charter of Paris) saat pertemuan World Cancer Summit Against Cancer for the New Millenium, di Paris.
Ditetapkannya Hari Kanker Sedunia ini diabadikan dalam sebuah piagam yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal UNESCO, Kichir Matsuura dan Presiden Prancis Jacques Chirac.
Dalam pertemuan inilah pemimpin lembaga pemerintah dan organisasi kanker dari seluruh dunia menandatangani Charter of Paris Against Cancer.
Piagam ini berisikan 10 pasal yang menguraikan komitmen global untuk kooperatif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.
Tak hanya itu, piagam ini juga berisikan janji untuk menciptakan dan bekerja untuk kemajuan penelitian kanker, pencegahan dan pengobatan. Pada pasal X piagam ini tercatat tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia.
Tema Hari Kanker Sedunia 2020
Dilansir The Health Site, tema tahun ini adalah I Am and I Will, yang juga akan digunakan pada 2021 mendatang. Tujuan pemilihan tema ini adalah untuk melawan sikap negatif dan stigma yang dimiliki kebanyakan orang tentang kanker.
Kebanyakan orang berpikir bahwa tidak ada obat untuk kanker. Oleh karenanya, hari ini adalah waktu yang pas untuk mempromosikan bahwa tindakan dan perilaku pribadi juga bisa berdampak.
Baca Juga: Mulai Batasi, Keseringan Minum Soda Dapat Meningkatkan Risiko Kanker
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia