Suara.com - Sebuah studi baru mengaitkan hanya minum segelas kecil minuman manis per hari (100 ml) atau sekitar sepertiga dari kaleng soda, dapat meningkatan 18% risiko kanker secara keseluruhan dan peningkatan 22% dalam risiko untuk kanker payudara.
Dilansir dari BBC News, penelitian yang mengamati lebih dari 100.000 orang dewasa Prancis, mengaitkan konsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.
Ini mengikuti penelitian terbaru yang menghubungkan konsumsi minuman manis dengan risiko kematian dini yang lebih besar.
"Hasilnya menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara konsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula dan risiko semua kanker yang digabungkan, dan kanker payudara," kata Ian Johnson, peneliti nutrisi dan sesama emeritus, Quadram Institute Bioscience, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Mathilde Touvier, penulis utama studi yang diterbitkan Rabu di jurnal medis BMJ, mengatakan bahwa temuan tersebut ditambahkan ke penelitian yang menunjukkan bahwa mengurangi berapa banyak minuman manis yang kita minum akan bermanfaat bagi kesehatan kita.
"Apa yang kami amati adalah bahwa penggerak utama asosiasi tampaknya benar-benar gula yang terkandung dalam minuman manis ini," kata Touvier, direktur penelitian dari Tim Peneliti Epidemiologi Nutrisi dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional di Paris.
Touvier mengatakan timnya mengamati bahwa gula tampaknya menjadi pendorong utama peningkatan risiko tersebut.
"Konsumsi minuman bergula tinggi adalah faktor risiko obesitas dan kenaikan berat badan dan obesitas itu sendiri merupakan faktor risiko kanker," tambahnya.
Kemungkinan lain adalah bahwa zat tambahan, seperti 4-methylimidazole, yang ditemukan dalam minuman yang mengandung pewarna karamel, dapat berperan dalam pembentukan kanker.
Baca Juga: Benar Nggak Sih Biopsi Bikin Kanker Semakin Menyebar?
Touvier menyarankan agar orang tetap berpegang pada pedoman kesehatan masyarakat yang merekomendasikan membatasi minuman manis hingga maksimal satu gelas sehari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh