Suara.com - Pasien Hipertensi Lebih Berisiko Sakit Jantung, Dokter Jelaskan Penyebabnya
Hipertensi tidak sekadar menyebabkan kepala pening. Dokter mengatakan hipertensi bisa jadi penyebab penyakit mematikan seperti jantung dan stroke.
"Hipertensi gak ada gejala. Nanti kalau sudah kena jantung atau stroke baru ketauan," kata Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) dr Erwinanto, SpJP, FIHA di Jakarta, Senin (24/2/2020).
Terkait potensi terhadap penyakit lain, dr Erwin menjelaskan orang yang punya tekanan darah tinggi dua kali lebih besar berisiko sakit jantung atau stroke. Risiko itu akan semakin besar jika ditambah dengan gaya hidup yang buruk.
"Sedangkan orang itu hipertensi ditambah obesitas, ditambah juga merokok, itu berpotensi menjadi 200 kali. Ditambah lagi nanti psikososial dan sebagainya. Jadi semuanya harus di-detect. Harus diselesaikan," ucapnya.
Ada yang perlu diingat, kata dr Erwin, bahwa hipertensi juga bisa menyerang anak muda yang melakukan gaya hidup tidak sehat. Karena itu, ia menganjurkan sebaiknya pencegahan hipertensi dilakukan sejak dini.
"Pencegahannya tidak dengan obat. Pencegahan dengan jangan gemuk, makan garam jangan banyak-banyak, jangan obesitas," tuturnya.
Selain itu juga dianjurkan agar melakukan cek tekanan darah setiap sekali atau dua tahun sekali untuk mereka yang telah berusia 35 tahun ke atas.
Baca Juga: Punya Keluarga dengan Riwayat Penyakit Jantung? Jangan Lupa Cek Kolesterol!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien