Suara.com - Jaga Daya Tahan Tubuh Agar Tak Kena Corona, Lansia Bisa Coba Olahraga Ini!
Meski telah masuk usia lanjut, olahraga juga tetap dibutuhkan lansia untuk menjaga daya tahan tubuh.
Menurut pakar geriatri sekaligus dokter penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Heriawan Soejono, SpPD-KGER, daya tahan tubuh akan cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.
"Secara alamiah juga bahwa perubahan bukan hanya terjadi yang kasat mata. Tapi juga daya tahan tubuh yang secara internal dan alami akan berkurang," kata Heriawan di Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Selain menjaga daya tahan tubuh, lanjut Heriawan, olahraga bagi lansia juga diperlukan guna menjaga kekuatan otot untuk mengurangi risiko keterbatasan gerak.
"Otot kita berperan penting untuk gerak tubuh. Meski pun begitu banyak dari kita tidak sadar bahwa menginjak usia 40, kita kehilangan 8 persen massa otot pada setiap dekadenya. Lalu setelah usia 70, hal itu meningkat hampir dua kali lipat," ucapnya.
Konsumsi makanan kaya protein sangat dianjurkan untuk menjaga kekuatan otot dalam tubuh. Selain itu Heriawan juga menyarankan agar lansia setidaknya melakukan latihan olahraga rutin sebanyak 3-4 kali dalam seminggu.
"Jangan terlalu ringan juga nanti tak memiliki efek untuk tubuh. Dan perlu juga dilakukan dengan rutin," ucapnya.
Berikut olahraga yang disarankan dokter Heriawan untuk lansia:
Baca Juga: Corona Covid-19 Lebih Banyak Diderita Lansia, Bagaimana dengan Anak-Anak?
1. Endurance dan latihan aerobic
Fungsinya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Olahraga yang dilakukan seperti, berenang, bersepeda statis, dan jalan cepat.
2. Latihan kekuatan
Latihan kekuatan berguna untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Misalnya dengan berolahraga angkat beban menggunakan botol air minum berukuran 600 mili liter berisi penuh air.
3. Fleksibilitas
Latihan meningkatkan ADL atau activity daily living dengan olahraga peregangan tubuh.
4. Koordinasi
Olahraga ini perlu untuk menjaga koordinasi gerak tubuh agar lansia terhindar dari jatuh. Olahraga thai-chi dan poco-poco sangat dianjurkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus