1. Terdapat sudut tajam dan bentuk segitiga yang tidak pada tempatnya di balik tulisan tangan dan coretan gambar
Sadarkah Anda bahwa meskipun semua orang di belahan dunia ini belajar menulis dengan input bentuk huruf yang sama namun output yang dihasilkan semuanya berbeda?
Menariknya, kata Deborah Dewi, tidak ada satupun sistem pendidikan di dunia ini yang mengajarkan bentuk huruf "t", "y", "g" yang dibuat dengan sudut tajam atau mengandung unsur segitiga. Sehingga ketika muncul bentuk tersebut dalam sebuah tulisan tangan secara terus menerus, tentu memiliki makna tersendiri.
Indikator kedua dan ketiga, baca halaman berikutnya.
2. Bentuk tulisan tangan dengan perubahan yang ekstrem
Menulis adalah kegiatan organik, bukan mekanik seperti mengetik.
Alhasil bentuk tulisan tangan yang dihasilkan justru perlu diwaspadai jika hasilnya terlalu presisi seperti mengetik.
Namun sebaliknya perubahan yang ekstrem dari segi ukuran dan bentuk juga merupakan salah satu tanda yang perlu diwaspadai jika muncul berulang-ulang dalam sebuah tulisan tangan.
3. Arah tulisan tangan yang tidak teratur
Menulis adalah salah satu aktivitas otak yang sangat kompleks.
Baca Juga: Gadis Bunuh Balita di Sawah Besar, Psikolog: Lingkungan Juga Punya Andil
Ketika seseorang menuliskan isi pikirannya namun bentuk tulisannya menunjukkan arah yang berlawanan, hal ini merupakan indikator adanya konflik antara pikiran dan perasaan penulisnya.
Indikator keempat, lanjut di halaman berikutnya.
4. Tekanan tulisan tangan yang sangat kuat secara terus menerus
Kegiatan menulis normal itu ibarat bernapas. Ada napas panjang, ada napas pendek. Demikian juga dengan tekanan dalam menulis.
Wajar jika terdapat kombinasi tekanan kuat pada arah tarikan ke bawah dan tekanan melemah pada arah tarikan ke atas.
Namun jika seluruh tulisan tangannya dibuat dengan tekanan yang kuat, tanda ini juga patut diwaspadai sebagai salah satu tanda yang tidak wajar.
Secara visual bisa dilihat pada bentuk tulisan tangan ketebalannya hampir semuanya sama (tidak ada tebal tipis).
Lantas, apa indikator yang kelima? Baca di halaman selanjutnya.
5. Coretan gambar organik (manusia dan atau binatang) dengan mimik ekspresi yang selalu menggambarkan kemarahan dan atau kesedihan.
Inilah beberapa gambar karya ABG berinisial NF (15 tahun), pelaku pembunuhan balita berinisial APA (5 tahun) di Sawah Besar, Jakarta, yang selalu menggambarkan mimik ekspresi kemarahan dan kesedihan.
Itulah minimal 5 indikator grafis yang secara bersamaan (tidak terpisah-pisah) muncul di balik tulisan tangan seorang pembunuh.
Adapun makna secara khusus yang terdapat pada tulisan tangan maupun coretan ABG “Slenderman” pembunuh balita di Sawah Besar, kata Deborah Dewi, menunjukkan kesedihan, kemarahan, gambar diri yang tidak stabil, sangat sensitif terhadap penolakan, memiliki intensitas emosi yang sangat kuat, berubah-ubah serta agresif.
"Sebagai orang tua, saya ikut prihatin dan berduka dengan tragedi ini, tidak hanya kepada keluarga korban namun juga kepada keluarga pelaku. Seandainya perilaku yang tidak biasa ini bisa terdeteksi sejak dini maka kemungkinan melayangnya nyawa seseorang masih bisa dicegah dengan penanganan perilaku patologis oleh tenaga kesehatan (mental)," pungkasnya.
Deborah Dewi
Grafolog Indonesia dengan Standar Kompentensi Tenaga Kerja yang sudah di validasi di 83 negara (Standard Competence EC-0293 apostille by The Hague Convention).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua