Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menunggu hasil asesment dari penyidik terkait kasus NF (15) yang membunuh balita di Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Komisioner KPAI Bidang Anak Berhadapan Hukum Putu Elvin mengatakan, sebenarnya apapun hasil asesement tersebut, jalan terbaik yang harus diberikan untuk NF hanyalah rehabilitasi.
"Proses hukumpun, kalau maksimal 10 tahun, itu tidak akan berimbas baik pada si anak. Karena pada saat di penjara tidak ada proses rehabilitasi. Apakah itu akan memberi efek jera terhadap kasus spesifik seperti anak?" kata Putu di kantor KPAI, Jakarta, Senin (10/3/2020).
Kalau pun anak pelaku diberikan rehabilitasi berbasis penjara atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Putu mengatakan bahwa LPKA yang ada hanya diisi anak laki-laki.
"Pelaku perempuan tetap diletakan bersama pelaku perempuan dewasa, karena tidak ada khusus untuk anak perempuan. Ini jadi perhatian juga," katanya.
KPAI menilai kasus yang dilakukan NF tergolong baru. Sebab pelaku seperti tidak memiliki motif apa pun untuk melakukan pembunuhan.
Karena itu, Putu menyampaikan bahwa perlu adanya diagnosis medis pemeriksaan kejiwaan terhadap anak pelaku.
"Kekhawatiran kita faktor internal lebih dominan. Apakah itu genetik atau apa. Apa si anak menderita skizfrofenia atau psikopat," ucapnya.
Baca Juga: Film Thriller Jadi Inspirasi NF Lakukan Pembunuhan, Ini Kata Psikolog
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink