Suara.com - Memiliki hewan peliharaan, baik kucing maupun anjing memang menyenangkan dan secara tidak langsung dapat menenangkan pikiran kita saat bermain dengan mereka.
Beberapa penelitian menunjukkan hewan peliharaan dapat membuat pemiliknya tetap bugar dan sehat. Ada kepercayaan juga bahwa hewan peliharaan dapat mempercepat pemulihan.
Di sisi lain, ternyata memiliki anjing dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko stroke, penyakit jantung dan kematian dini.
Pada 2017, satu penelitian dari Oregon State University menemukan memiliki seekor anjing menyebabkan tingkat tekanan darah sistolik yang lebih rendah pada orang tua.
Hal ini pun dibenarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan American Heart Association yang mengatakan bahwa hewan peliharaan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Menurut peneliti, dilansir The Health Site, peningkatan dukungan sosial melalui kepemilikan hewan peliharaan membantu menurunkan tekanan darah terhadap stres mental.
Manfaat memiliki hewan peliharaan
Hewan peliharaan dapat membantu orang tua mengatasi kesepian dan mendorong mereka untuk tetap aktif. Selain itu, berikut adalah beberapa alasan lain mengapa memiliki hewan peliharaan baik untuk kesehatan:
- Anjing membantu Anda berteman, meningkatkan suasana hati, dan meredakan depresi.
- Hewan peliharaan memberi Anda tujuan dan menambah humor untuk hari Anda.
- Kehadiran fisik hewan peliharaan memberikan kenyamanan kepada orang-orang yang hidup sendirian.
- Studi mengatakan pemilik hewan peliharaan jarang sakit. Rata-rata, pemilik anjing berjalan-jalan dengan hewan peliharaan mereka lima kali atau lebih dalam seminggu, yang merupakan cara terbaik untuk tetap sehat.
- Terlibat dalam aktivitas ekstra yang berhubungan dengan hewan peliharaan dapat membantu menurunkan risiko obesitas.
- Menghabiskan waktu bermain dengan anjing Anda dapat membantu mengurangi sebagian besar ketegangan dan kelelahan.
Baca Juga: Puluhan Ribu Hewan Peliharaan Terlantar karena Corona Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi