Suara.com - Kematian akibat virus corona atau Covid-19 selama ini terjadi pada kelompok orang usia lanjut dan juga dengan penyakit penyerta.
Namun fakta terbaru menunjukkan seorang perempuan berusia 21 tahun dari Buckinghamshire dikabarkan meninggal, karena virus corona.
Kasus ini membuatnya menjadikannya pasien termuda yang meninggal akibat Covid-19 di Inggiris.
Seperti dilansir dari The Guardian, perempuan itu disebut bernama Chloe Middleton, dan berasal dari High Wycombe.
Menurut keluarganya ia meninggal pada 21 Maret. Namun, pejabat kesehatan setempat belum mengkonfirmasi kematian atau penyebabnya.
Bibinya mengatakan Middleton tidak memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Keluarganya juga menambahkan bahwa hal ini menunjukkan betapa berbahayanya penyakit itu.
"Kepada semua orang di luar sana yang mengira itu hanya virus, tolong pikirkan lagi. Dari pengalaman pribadi, apa yang disebut virus ini telah merenggut nyawa putriku yang berusia 21 tahun," kata ibunya, Diane Middleton, di akun Facebook.
Sementara bibinya, Emily Mistry menulis, “Keponakanku yang cantik dan baik hati (Chloe) yang berusia 21 tahun telah meninggal dunia dari Covid-19. Dia tidak memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya. ”
"Orang yang saya cintai sedang mengalami rasa sakit yang paling tak terbayangkan, kita hancur berkeping-keping. Kenyataan dari virus ini hanya berlangsung di depan mata kita. Tolong, tolong patuhi pedoman pemerintah," kata Emily.
Baca Juga: Gaya Berjemur Ayu Ting Ting di Rumah Jadi Sorotan Netizen
Pada hari Selasa National Health Service (NHS) mengumumkan 87 orang telah meninggal karena penyakit itu di Inggris. Hal itu membuat jumlah kematian di Inggris melonjak drastis.
Jumlah itu tidak termasuk warga Inggris yang telah meninggal di luar negeri. Korban terakhir Inggris di luar negeri adalah wakil duta besar Inggris untuk Hongaria, Steven Dick, yang meninggal di rumah sakit di Budapest pada Selasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?