Menurut Jackson, 20 persen kasus yang dikonfirmasi di rumah sakit adalah orang-orang di bawah 50 tahun. Banyak dokter muda berusia 30-an mengawasi pasien sehat seusia mereka di rumah sakit yang harus memakai ventilator.
Kurangnya pengujian yang meluas terhadap virus di Amerika Serikat telah membuat pejabat kesehatan sulit mengetahui kelompok mana yang paling berisiko. Tetapi dokter dan petugas kesehatan lainnya menggambarkan jumlah pasien yang lebih mulai muda membutuhkan perawatan untuk menyelamatkan jiwa.
"Ini anak muda, yang sebelumnya sehat," kata Eric Wei, seorang dokter ruang gawat darurat dan kepala petugas di NYC Health+Hospitals.
"Mereka terlihat terserang flu. Dalam beberapa jam, mereka membutuhkan oksigen. Dalam beberapa jam lagi mereka membutuhkan ventilator," tambahnya.
Di Pusat Medis NYU Langone Health Manhattan, puluhan pasien dalam perawatan intensif berusia di bawah 50 tahun. Menurut seorang pekerja yang memberikan perawatan di pusat medis tersebut menyatatakan, beberapa pasien masih berusia 20-an, dan satu anak berusia tujuh tahun.
Para ahli melihat pola yang sama muncul di tempat lain di AS. Di Philadelphia, 56 persen dari kasus Covid-19 yang dikonfirmasi adalah orang di bawah 40 tahun.
Seorang remaja kehilangan nyawa di Los Angeles, seorang anak berusia 12 tahun diintubasi di Seattle, seorang bayi terinfeksi di Delaware, dan seorang bayi berusia satu tahun meninggal di Chicago.
Menurut Jackson, dibanjiri pasien muda menjadi hal yang sulit untuk menempatkan prioritas.
"Sulit untuk kehilangan siapa pun," katanya.
Baca Juga: Bintang Seks Gangbang Vina Garut Kena Dampak Wabah Virus Corona
"Mereka adalah kaum muda, mereka yang memiliki kehidupan penuh di masa depan mereka yang tidak memiliki masalah medis, mereka menonjol. Mereka adalah orang-orang yang sulit untuk dilupakan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar