Nauru adalah negara terkecil kedua di dunia, populasinya hanya berkisar 10.000 orang. Meskipun belum ada kasus, presiden negara tersebut tetap menetapkan kondisi darurat Covid-19.
Menurut BBC, tindakan dilakukan karena negara kecil dekat Brisbane Australia itu hanya memiliki satu rumah sakit dan kekurangan perawat. Pemerintah tidak ingin mengambil risiko lebih banyak.
Pada 2 Maret, Nauru melarang kedatangan dari China, Korea Selatan, dan Italia. Lima hari kemudian, pendatang dari Iran juga dilarang.
Pada pertengahan Maret, Nauru Airlines menangguhkan penerbangan ke Fiji, Kiribati, dan Kepulauan Marshall, dan satu-satunya rute adalah dari Brisbane, namun dikurangi dari tiga kali seminggu menjadi sekali seminggu.
Setelah itu, semua yang tiba dari Australia diperintahkan untuk karantina 14 hari. Kebijakan itu, kata Presiden Lionel Aingimea disebut dengan "penangkapan dan penahanan".
Sejumlah kecil negara dengan perbatasan darat juga sampai sekarang telah diselamatkan dari kasus virus corona.
Andy Tatem, seorang profesor demografi spasial dan epidemiologi di Universitas Southampton berasumsi mengenai negara terakhir yang akan terkena virus corona.
Menurutnya, negara-negara di Pasifik Selatan akan menjadi daerah yang selamat dari pandemi.
"Sepertinya itu adalah Pasifik Selatan, pulau-pulau yang sangat terpencil," kata Tatem.
Baca Juga: Malaysia Lockdown, Indonesia Kebanjiran Order Babi dari Singapura
"Tetapi dalam ekonomi global kita, saya tidak yakin ada tempat yang akan lolos dari penyakit menular seperti itu."
Menurutnya, model lockdown seperti yang ada di Nauru dapat berfungsi, tetapi tidak dapat bertahan selamanya.
"Sebagian besar negara-negara ini bergantung pada semacam impor dari luar baik makanan, barang, hingga pariwisata. Mungkin mereka dapat lockdown sepenuhnya, tetapi akan merusak ekonomi dan mereka akhirnya harus membuka," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?