Suara.com - Pembatasan fisik yang telah berlangsung lebih dari dua minggu membuat berat badan naik dari hari ke hari. Hal yang pertama kali terpikirkan tentunya ialah olahraga untuk mengembalikan bentuk badan ideal.
Meski demikian, olahraga yang dilakukan juga tidak boleh asal. Apalagi untuk keluar rumah dengan risiko terinfeksi virus corona atau Covid-19
Dalam paparan Nutrition sekaligus Public Health Practitioner Aldis Rusli dalam teleconference di Sekolah.mu, Jumat (3/4/2020), berikut 4 hal yang harus diperhatian untuk berolahraga di masa pandemi seperti saat ini.
1. Jangan terlalu diforsir
Segala sesuatu yang terlalu dipaksa hasilnya bakal tidak baik. Sesuatu yang dipaksakan dalam berolahraga juga akan membuat pikiran stres dan alhasil dapat melemahkan sistem imun.
"Jadi sesuatu yang dipaksakan akan melemahkan sistem imun, dan hal itu yang memicu corona malah mudah menyerang," kata Aldis.
2. Durasi terbatas
Jenis yang bisa dilakukan di rumah yang paling banyak adalah kardio. Nah, kardio adalah jenis olahraga yang memacu kinerja jantung jadi lebih cepat. Nah, karena itu disarankan melakukannya dengan durasi 30 hingga 45 menit per hari.
3. Maksimal dengan intensitas sedang
Baca Juga: Perhatian! KRL Beroperasi Hanya Sampai Pukul 20.00 Mulai 7 April
Jangan berusaha melakukan olahraga kardio dengan intensitas tinggi, karena bisa memecah mikro fiber otot setelah 8 hingga 10 jam usai berolahraga.
"Jadi kalau olahraga intensitas sedang aja, supaya tidak mengalami periode drop atau open window," jelas Aldis.
Adapun tanda olahraga intensitas sedang ialah di saat berolahraga masih bisa berbicara. Sedangkan olahraga dengan intensitas tinggi ialah saat olahraga kita tidak bisa berbicara.
4. Jangan lakukan latihan beban
Di usahakan tidak melakukan latihan beban dengan beban besi. Tapi Aldis menyarankan untuk melakukan olahraga dengan body weight atau beban tubuh seperti sit up atau push up.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?