Suara.com - Nyamuk selama ini diketahui menyebarkan beberapa penyakit seperti malaria, virus West Nile dan Zika. inilah yang kemudian membuat banyak orang bertanya-tanya apakah juga berlaku pada penyebaran virus corona baru atai Covid-19?
"Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa coronavirus baru dapat ditularkan oleh nyamuk," demikian kata WHO seperti dilansir dari Alarabiya, Kamis (23/4/2020)
WHO menjelaskan bahwa coronavirus baru Covid-19 adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga menular melalui tetesan air liur atau keluarnya dari hidung.
Nyamuk tidak dapat menularkan penyakit karena virus Corona Covid-19 tidak banyak beredar dalam darah dan lebih dominan di paru-paru dan saluran pernapasan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa pada saat ini, CDC tidak memiliki data untuk menyatakan bahwa coronavirus baru ini atau coronavirus serupa lainnya disebarkan oleh nyamuk atau kutu. Cara utama COVID-19 menyebar adalah dari orang ke orang.
Oleh karena itu beberapa cara untuk terhindar dari penyakit tersebut ialah dengan cuci tangan secara teratur, menjaga jarak sosial, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, hingga lakukan kebersihan pernafasan. Semua hal itu hingga kini diyakini mampu mencegah virus yang seringkali mematikan itu.
Dengan demikian, meskipun gigitan nyamuk mungkin merupakan gangguan yang menyebalkan, setidaknya mereka tidak akan menginfeksi Anda dengan coronavirus yang telah menginfeksi lebih dari 2,47 juta orang di seluruh dunia dan merenggut nyawa lebih dari 169.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI