Suara.com - Para peneliti mengatakan, menjalin hubungan percintaan dengan pasangan yang optimis dapat membuat seseorang menghindari penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.
Penelitian sebelumnya telah menghubungkan optimisme pada individu dengan fungsi kognitif yang sehat, demikian dilansir dari Healthline.
Namun, tim peneliti untuk penelitian ini ingin melihat apakah memiliki pasangan dengan sikap optimis juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif seseorang seiring bertambahnya usia.
Untuk penelitian mereka, tim menggunakan 4.457 pasangan heteroseksual dari Health and Retirement Study.
Orang-orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah orang Amerika berusia 50 dan lebih tua. Itu dianggap sebagai kelompok besar, beragam yang mewakili populasi ini.
Pada awal penelitian, optimisme para peserta dinilai melalui kuesioner. Kognisi dinilai setiap 2 tahun selama periode tindak lanjut 8 tahun, dengan orang yang diuji hingga 5 kali.
Penilaian kognisi meliputi tes memori jangka pendek dan memori komputasi. Orang-orang juga diminta untuk menilai kualitas ingatan mereka dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Ketika tim menganalisis data, mereka menemukan bahwa orang yang lebih optimis melakukan kognitif yang lebih baik.
Menikah dengan seorang optimis juga terkait dengan fungsi kognitif yang lebih baik.
Baca Juga: Kadar Kolesterol Punya Dampak pada Fungsi Kognitif, Begini Penjelasannya
Penulis utama William J. Chopik , PhD, asisten profesor psikologi di Michigan State University, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor risiko yang diketahui untuk penurunan kognitif. Ini termasuk kecenderungan genetik, penanda biologis, dan faktor gaya hidup.
Faktor gaya hidup meliputi aktivitas fisik, diet sehat, berat badan sehat, dan lebih sering bergerak dari waktu ke waktu.
"Orang optimis cenderung memiliki perilaku yang lebih sehat, seperti makan lebih baik, lebih aktif, dan lebih cenderung terlibat dalam perawatan kesehatan preventif," kata Chopik.
Kemungkinan inilah mengapa optimisme dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk penurunan kognitif.
Studi ini memberikan bukti bahwa berada dalam hubungan romantis dengan seorang optimis juga dapat memberikan manfaat serupa.
Chopik dan timnya berhipotesis bahwa pasangan yang optimis dapat memberikan contoh perilaku sehat untuk pasangan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem