Suara.com - 7 Penyebab Telinga Berdenging: Faktor Umur Hingga Penggunaan Obat
Anda sering mengalami telinga berdenging yang dirasa mengganggu? Bahkan, telinga berdenging membuat Anda kesulitan melakukan aktivitas harian?
Joyce Lim dari Changi General Hospital Singapura mengatakan telinga berdenging secara medis disebut sebagai tinnitus.
Ia menyebut penyebab telinga berdenging bermacam-macam, mulai dari faktor usia, risiko penyakit, hingga gangguan pendengaran.
Untuk itu, simak penjelasan penyebab telinga berdenging berikut ini, dilansir dari Channel News Asia:
1. Usia
Dikatakan Joyce, 40 persen populasi di dunia mengalami telinga berdenging. Semakin tua usia seseorang, risiko mengalaminya pun semakin besar.
"Mereka yang berusia 40 sampai 55 tahun memiliki risiko tertinggi," tuturnya.
2. Suara keras
Baca Juga: Salut! Remaja Ini Buat Pelindung Telinga Buat Tenaga Medis
Kebiasaan mendengar suara keras ditengarai menjadi penyebab telinga berdenging. Hal ini terjadi karena secara konstan mendengarkan suara keras bisa merusak sel rambut di bagian dalam telinga.
3. Gangguan saraf
Gangguan saraf juga bisa menyebabkan telinga berdenging terus-menerus. Hal ini terjadi ketika sel saraf di bagian dalam telinga aktif tanpa adanya stimulus gelombang suara, mengakibatkan telinga berdenging.
4. Kecelakaan
Dalam film Baby Driver, tokoh utamanya mengalami telinga berdenging karena kecelakaan. Menurut pakar, hal ini juga bisa terjadi di dunia nyata.
Kecelakaan bisa menyebabkan cedera kepala atau leher, yang akhirnya merusak telinga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur