Suara.com - Didi Kempot meninggal dunia di usia 53 tahun pada Selasa (5/5/2020) pagi di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo. Didi Kempot dikabarkan sudah mengalami henti jantung ketika tiba di rumah sakit.
Seperti yang diketahui, henti jantung adalah masalah jantung serius yang bisa menyebabkan kematian. Pasien pada kondisi ini artinya jantung mereka telah berhenti berdetak.
Kondisi ini terjadi akibat sistem kelistrikan internal yang mengontrol detak jantung mengalami kerusakan. Lalu, henti jantung terjadi ketika irama jantung berhenti.
Dilansir oleh Healthline, riwayat penyakit jantung dan faktor kesehatan tertentu juga bisa meningkatkan risiko henti jantung, antara lain:
1. Penyakit jantung koroner
Masalah jantung ini berawal dari arteri koroner. Arteri ini memasok otot jantung itu sendiri. Saat otot jantung tersumbat, maka jantung tidak akan bisa menerima darah. Sehingga jantung pun berhenti menjalankan fungsinya.
2. Katup jantung bocor
Penyakit katup jantung bocor adalah gangguan pada salah satu dari keempat katup jantung. Sehingga darah menjadi tidak lancar mengalir ke pembuluh darah selanjutnya. Akibatnya, katup jantung akan membesar dan melemah.
3. Penyakit jantung bawaan
Baca Juga: 3 Dokter Rusia Jatuh dari Jendela setelah Mengkritik Layanan Kesehatan
Beberapa orang yang terlahir dengan penyakit jantung bawaan juga berisiko mengalami henti jantung, terutama anak-anak dengan masalah jantung serius.
4. Masalah impuls listrik
Masalah sistem kelistrikan jantung juga bisa meningkatkan risiko kematian jantung mendadak atau henti jantung. Masalah-masalah ini juga dikenal sebagai kelainan irama jantung primer.
5. Kelainan jantung
Kelainan jantung yang menyebabkan jantung membesar juga meningkatkan risiko henti jantung. Karena, kondisi ini menyebabkan jantung kesulitan berdetak dan otot menjadi rentan terhadap kerusakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan